Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Capai 623 Orang, 638 Masih Hilang

Penulis: Amrizal Halim  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:07:01 WIB
Ratusan jenazah korban banjir bandang di Nepal mulai ditemukan di sejumlah distrik terdampak, termasuk Chitwan dan Nawalparasi Timur.

JAMBI — Bencana yang dipicu meluapnya Sungai Bhotekoshi dan Trishuli ini menghantam sejumlah distrik di kawasan Himalaya. Dua wilayah paling parah terdampak adalah Chitwan dan Nawalparasi Timur, yang menjadi lokasi ditemukannya sebagian besar jenazah. Material lumpur juga masih menutupi bangunan di Provinsi Bagmati, menyulitkan proses pencarian korban yang diduga tertimbun atau terbawa arus.

Ratusan Warga Asing Masuk Daftar Hilang

Data kepolisian mencatat 616 jenazah telah ditemukan hingga Sabtu. Dari jumlah itu, 233 jenazah ditemukan di Chitwan dan 158 di Nawalparasi Timur, sementara sisanya tersebar di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot. Beberapa jasad bahkan ditemukan hingga wilayah perbatasan dengan India, menunjukkan derasnya arus sungai yang membawa korban jauh dari lokasi awal.

Dari total 638 orang yang masih hilang, 511 di antaranya merupakan warga negara asing. Angka ini menjadi perhatian serius bagi upaya identifikasi dan koordinasi diplomatik, mengingat banyak pendaki dan wisatawan yang kerap berada di kawasan tersebut. Selain itu, 27 petugas kepolisian juga belum dapat dihubungi sejak bencana terjadi.

Dampak Lintas Negara di China

Bencana serupa turut melanda wilayah China yang berbatasan langsung dengan Nepal. Otoritas setempat melaporkan tujuh orang tewas dan 554 lainnya masih hilang, menurut kantor berita pemerintah Xinhua. Fenomena ini menunjukkan skala cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang tidak hanya menerpa satu negara, tetapi melanda kawasan pegunungan Himalaya secara lebih luas.

Di Nepal, sebanyak 2.301 orang telah diselamatkan atau mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka. Sebagian besar korban selamat ditemukan di distrik Nuwakot dan Rasuwa, dua wilayah yang menjadi jalur utama aliran sungai yang meluap. Proses evakuasi masih berlangsung intensif di titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau akibat infrastruktur yang rusak.

Operasi Pencarian dan Tantangan Medan

Kepolisian Nepal mengerahkan 4.811 personel untuk menangani pencarian, evakuasi, dan pemulihan pascabencana. Tim gabungan menghadapi tantangan berupa medan berbukit yang terjal serta jalanan yang tertutup lumpur dan material longsor. Alat berat mulai diterjunkan untuk membuka akses ke desa-desa terisolasi yang belum tersentuh tim penyelamat.

Upaya pencarian diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, terutama untuk menjangkau area yang berada di sepanjang aliran sungai. Pemerintah Nepal juga mulai memverifikasi data korban untuk memastikan akurasi jumlah warga asing yang hilang, sekaligus mempersiapkan proses pemulangan jenazah bagi korban yang telah teridentifikasi.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top