JAMBI — Xiaomi resmi mengumumkan bahwa ponsel lipat generasi terbarunya, Xiaomi 18 Fold, akan menjadi perangkat komersial pertama yang mengusung memori LPDDR6. Kabar ini disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, melalui akun Weibo-nya. Ia menyebut pencapaian ini sebagai langkah besar, tidak hanya bagi perusahaannya, tetapi juga bagi industri semikonduktor Tiongkok.
Keputusan Xiaomi untuk memakai memori LPDDR6 dari ChangXin Memory Technologies (CXMT) ini menandai pergeseran rantai pasok. Selama ini, pasar memori ponsel didominasi oleh raksasa asal Korea Selatan seperti Samsung dan SK Hynix. Kehadiran CXMT sebagai pemasok untuk perangkat flagship pertama kali menjadi sinyal bahwa produsen memori Tiongkok mulai diperhitungkan di kelas atas.
Menurut laporan IT Home yang mengutip laporan tengah tahun CXMT, memori LPDDR6 ini membawa peningkatan arsitektur yang signifikan dibandingkan pendahulunya, LPDDR5X. Kecepatan transfer datanya mencapai 12.800 Mbps, sebuah lompatan besar dari generasi sebelumnya yang mentok di angka 8.533 Mbps.
Selain lebih cepat, LPDDR6 juga tersedia dalam kapasitas lebih besar, yakni hingga 16 GB per chip. CXMT dikabarkan telah mengirimkan sampel kepada sejumlah pelanggan utama untuk pengujian dan tengah meningkatkan kapasitas produksi massalnya.
Dampaknya bagi pengguna cukup terasa dalam skenario harian. Beban kerja berat seperti menjalankan aplikasi AI generatif di perangkat, multitasking dengan banyak aplikasi terbuka, atau berpindah antar-aplikasi berat akan terasa lebih responsif. Aplikasi yang biasanya butuh waktu lama untuk dimuat ulang dari memori bisa terbuka hampir instan.
Lei Jun juga mengonfirmasi bahwa chip XRING O3 buatan Xiaomi merupakan prosesor pertama yang mendukung standar memori baru ini. Chip tersebut baru saja diperkenalkan pada 24 Agustus 2026, hanya beberapa pekan sebelum jadwal peluncuran Xiaomi 18 Fold.
Ia menyebut pencapaian CXMT "luar biasa" dan berharap lebih banyak perusahaan teknologi Tiongkok mau berkolaborasi dalam proyek semacam ini ke depannya. Pernyataan ini menunjukkan arah strategi Xiaomi yang mulai mengandalkan komponen domestik untuk lini flagship-nya.
Xiaomi belum mengungkap spesifikasi lengkap maupun harga resmi Xiaomi 18 Fold. Yang pasti, peluncurannya dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Ponsel lipat ini akan hadir bersamaan dengan SkyNomad, SUV terbaru dari lini kendaraan listrik Xiaomi.
Menarik untuk dicermati bagaimana Xiaomi memposisikan harga 18 Fold. Jika memori LPDDR6 terbukti lebih mahal dari LPDDR5X, bisa jadi harga ponsel ini ikut naik dibanding pendahulunya. Namun, bila CXMT menawarkan harga lebih kompetitif dari Samsung dan SK Hynix, Xiaomi punya ruang untuk menjaga harga tetap agresif di pasar global.
Xiaomi 18 Fold jelas ditujukan bagi pengguna yang menginginkan performa kelas atas tanpa kompromi, terutama mereka yang kerap menjalankan aplikasi AI berat atau bermain game dengan grafis tinggi. Kombinasi chip XRING O3 dan memori LPDDR6 menjadikannya kandidat kuat untuk ponsel Android tercepat di paruh kedua 2026.