SKK Migas-PetroChina Serahkan 180 Unit Perlengkapan ke BPBD Tanjabtim untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Penulis: Wan Rizal  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:43:31 WIB
SKK Migas-PetroChina menyerahkan 180 unit perlengkapan berupa APD dan baliho sosialisasi kepada BPBD Tanjabtim untuk memperkuat penanganan karhutla.

TANJABTIM — Memasuki puncak musim kemarau, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak hanya bertumpu pada kesiapan alat pemadam, tetapi juga perlindungan bagi personel di lapangan. SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd. merespons kebutuhan itu dengan menyerahkan bantuan logistik dan perlengkapan keselamatan kepada BPBD Tanjabtim, Kamis (27/8) sore.

Sebanyak 120 unit Alat Pelindung Diri (APD) dan pakaian lapangan diserahkan untuk membekali petugas yang bertugas di medan gambut. Rinciannya meliputi 30 unit baju safety wearpack, 30 unit sepatu safety, 30 unit topi rimba, dan 30 unit sepatu safety tambahan.

APD Krusial untuk Medan Gambut yang Ekstrem

Kelengkapan proteksi standar keselamatan kerja ini dinilai krusial. Medan gambut di Tanjabtim kerap memicu asap pekat dan bara api bawah tanah yang ekstrem, sehingga petugas membutuhkan perlindungan fisik yang memadai saat melakukan penanganan api di lapangan.

Selain membekali petugas secara fisik, perusahaan juga menyerahkan 60 unit baliho sosialisasi pencegahan karhutla. Media edukasi tersebut akan segera disebar oleh tim BPBD untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Dukungan Penuh: Pasokan Air hingga Alat Berat

Dukungan PetroChina tidak berhenti pada penyerahan barang. Ketika kebakaran terjadi, tim pemadam perusahaan selama ini turut serta membantu penanganan karhutla di lapangan. Jika dibutuhkan, PetroChina siap menyediakan pasokan air untuk pemadaman dan mengerahkan alat berat untuk membuat parit guna menghambat penyebaran api.

“Kalau dibutuhkan, kita juga menyediakan air untuk pemadaman serta alat berat untuk membuat parit di lokasi kebakaran lahan,” ujar CSR & Comdev Supervisor PetroChina Jabung, M. Yuda Ramadani, saat penyerahan bantuan di Kantor BPBD Tanjabtim.

Yuda menambahkan, puluhan spanduk akan dipasang di sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla. Langkah ini diharapkan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

“Spanduk yang diserahkan untuk disebar dan dipasang di beberapa titik sebagai bentuk sosialisasi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Untuk mempercepat komunikasi saat kondisi darurat, PetroChina turut menyiapkan saluran komunikasi khusus yang dapat digunakan dalam koordinasi penanganan karhutla. Yuda menegaskan, keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari kepedulian untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat.

“Selama yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla tersedia, Insya Allah kami siap mendukung,” tegasnya.

BPBD: 60 Spanduk Diarahkan ke Wilayah Rawan Gambut

Pihak BPBD Tanjabtim menyambut baik dukungan tersebut. Kabid Bina Program BPBD Tanjabtim, Hendra, mengatakan 60 spanduk akan diarahkan ke wilayah strategis dan lokasi yang memiliki potensi karhutla cukup tinggi, khususnya kawasan dengan hamparan lahan gambut.

Sementara untuk APD, proses pembuatannya masih berlangsung dan diperkirakan rampung dalam satu hingga dua pekan. Setelah tersedia, perlengkapan tersebut akan langsung mendukung operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.

Hendra menyebut dukungan PetroChina terhadap upaya kebencanaan di Tanjabtim bukan kali pertama. Selain bantuan ini, perusahaan juga menginisiasi pembentukan Desa Tangguh Bencana serta memberikan pelatihan kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional PetroChina.

“Selama ini PetroChina sudah banyak membantu, seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana serta pelatihan bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi PetroChina,” kata Hendra.

Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Sebab, pencegahan tak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Edukasi masyarakat, kesiapan personel, peralatan hingga dukungan sumber daya menjadi satu kesatuan dalam mempersempit risiko meluasnya kebakaran.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: infojambi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top