Pemkot Jambi Siagakan 21 Armada Tangki Air dan Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan hingga September 2026

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:23:01 WIB
Wali Kota Jambi memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan di Lapangan Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Kamis (27/8/2026).

JAMBI — Wali Kota Jambi Maulana memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan di Lapangan Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Kamis (27/8/2026). Apel ini menjadi penanda bahwa pemerintah bergerak sebelum dampak kekeringan semakin berat dirasakan warga.

Status siaga darurat yang telah ditetapkan bukan sekadar administrasi kebencanaan. Maulana menegaskan bahwa penanganan kekeringan tidak boleh menunggu hingga krisis terjadi, terutama karena berkurangnya air langsung mengancam kebutuhan dasar dan ketahanan masyarakat.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan kita melakukan langkah antisipasi sejak awal, sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius,” ujar Maulana dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Ancaman Ganda: Krisis Air Bersih dan Risiko Kebakaran

Menurut Maulana, persoalan kekeringan tidak bisa hanya dilihat dari berkurangnya debit air. Ketika sumber air mulai menyusut, kebutuhan dasar masyarakat ikut terancam, dan kondisi semakin kering akan meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun permukiman.

“Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi langsung menyentuh kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penanganan bencana harus dimulai sebelum masyarakat merasakan dampak yang lebih berat. Karena itu, kesiapan seluruh sumber daya menjadi prioritas utama Pemkot Jambi.

Distribusi Air Bersih Capai 602 Ribu Liter

Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah penguatan distribusi air bersih. Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan 602 meter kubik atau setara 602 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pasokan air tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum dan sosial, satuan pendidikan, tempat ibadah, serta fasilitas pelayanan kesehatan. Maulana menyebut distribusi ini adalah bentuk kehadiran negara saat warganya menghadapi kesulitan.

“Angka ini bukan sekadar air. Ini adalah bentuk kehadiran dan keadilan pemerintah ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Jangan sampai ada masyarakat yang kebutuhan air bersihnya tidak terpenuhi,” ujarnya.

Armada yang Disiagakan dan Mekanisme Pelaporan

Untuk mempercepat distribusi, Pemkot Jambi menyiagakan 21 unit mobil tangki air. Armada tersebut terdiri dari 15 unit milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, empat unit milik Perumdam Tirta Mayang, serta dua unit dukungan dari TNI.

Distribusi dilakukan secara terkoordinasi agar laporan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti. Pemerintah memastikan pasokan air akan diarahkan ke wilayah yang benar-benar mengalami kesulitan.

Warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat melapor melalui Call Center Bahagia 112 atau langsung ke BPBD Kota Jambi untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top