Pasar Apung Museum Angkut Batu: Jajanan Nusantara, Naik Perahu, dan Tiket Masuknya

Penulis: Tengku Syafri  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:33:32 WIB
Pengunjung menaiki perahu untuk menyusuri sungai buatan di kawasan Pasar Apung Museum Angkut, Kota Batu, Jawa Timur.

JAMBI — Suasana sore di Kota Batu memang selalu punya daya tarik sendiri. Namun, alih-alih menuju tempat wisata arus utama, ada alternatif menarik untuk bersantai sambil berburu kuliner: Pasar Apung di kawasan Museum Angkut. Berlokasi di Jalan Terusan Sultan Agung No. 2, tempat ini menyajikan konsep pasar tradisional yang dikemas unik dengan nuansa pedesaan khas Indonesia.

Menikmati Sore dengan Nuansa Nusantara

Begitu memasuki area Pasar Apung, pengunjung akan disambut deretan bangunan di tepi sungai buatan. Arsitekturnya didominasi rumah panggung berbahan kayu dan bambu, serta bangunan beratap jerami yang menghadirkan suasana asri. Ornamen dan konsep kawasan ini tetap kental dengan identitas budaya Indonesia, sekaligus mengingatkan pada pasar apung di Thailand.

Area ini juga dilengkapi replika rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi spot foto favorit, tempat ini nyaman digunakan untuk beristirahat setelah puas berkeliling Museum Angkut.

Kuliner dan Aktivitas di Pasar Apung

Saat ini terdapat 43 stan yang menjajakan beragam makanan, minuman, oleh-oleh, hingga pakaian. Menu yang ditawarkan didominasi kuliner tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Pengunjung bisa menemukan rawon, nasi bebek Madura, serabi Solo, sate, nasi uduk, hingga jajanan pasar legendaris.

Pilihan minumannya pun tak kalah khas, seperti jamu tradisional, dawet, wedang ronde, dan minuman hangat lainnya yang cocok dinikmati saat hawa dingin Kota Batu mulai terasa. Bagi yang ingin membawa buah tangan, sejumlah stan juga menyediakan suvenir dan pakaian khas.

Sensasi Menyusuri Sungai Buatan

Salah satu daya tarik utama yang tak boleh dilewatkan adalah berkeliling kawasan sungai buatan menggunakan perahu. Dengan tiket terjangkau sebesar Rp20 ribu per orang, pengunjung bisa menyusuri aliran air sambil mencermati deretan stan kuliner dari atas perahu. Konsep ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi kebudayaan yang ditawarkan oleh Pasar Apung.

“Konsep Nusantara ini untuk mengedukasi pengunjung bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam rumah adat, makanan, dan kerajinan,” jelas Public Relations Museum Angkut, Indriana Novia, Kamis (27/8/2026).

Kesan Pengunjung dan Suasana Malam

Rina Ekawati, salah seorang pengunjung asal Malang, mengaku kerap kali mampir ke Pasar Apung setiap kali berlibur ke Kota Batu. “Saya paling suka naik perahunya sambil jajan serabi hangat. Anak-anak juga senang banget,” ujarnya. Menurutnya, kawasan ini sangat cocok untuk destinasi wisata keluarga karena suasananya bersih, estetis, dan pilihan makanannya melimpah dengan harga terjangkau.

Menjelang malam, suasana Pasar Apung semakin hidup saat lampu-lampu hias mulai menyala. “Sore-sore ke sini sambil lihat lampu-lampu nyala itu romantis banget. Kayak liburan ke luar negeri, tapi tetap nuansa Indonesia,” kata Rina.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Kota Batu dengan santai, Pasar Apung menawarkan paket lengkap: berjalan kaki, berburu jajanan, naik perahu, dan menikmati ragam budaya Nusantara dalam satu kawasan terpadu. Untuk informasi jam operasional dan tiket masuk terkini, pengunjung disarankan menghubungi manajemen Museum Angkut secara langsung.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: malang-post.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top