Lapas Narkotika Muara Sabak Gelar Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap Karhutla, Ratusan Warga Binaan Turut Berdoa

Penulis: Wan Rizal  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:01:31 WIB
Ratusan petugas dan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak mengikuti Salat Istisqa di Masjid Lapas, Selasa (25/8/2026).

MUARA SABAK — Ratusan petugas dan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak menundukkan kepala dalam kekhusyukan Salat Istisqa, Selasa (25/8/2026). Mereka berdiri dalam satu barisan tanpa sekat di Masjid Lapas, memanjatkan doa memohon agar hujan segera mengguyur bumi Jambi yang tengah dilanda kekeringan dan kabut asap.

Pelaksanaan ibadah ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan ikhtiar batin di tengah kondisi alam yang memprihatinkan. Kabut asap yang pekat telah mengganggu aktivitas sehari-hari warga, sementara kemarau panjang membuat sejumlah wilayah mulai kekurangan air bersih.

Ikhtiar Batin di Tengah Keterbatasan Manusia

Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menegaskan bahwa Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama yang melengkapi upaya-upaya nyata dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, doa menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Tuhan.

"Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap seperti sekarang, kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan. Ini adalah ikhtiar kita, setelah berbagai upaya yang dilakukan secara nyata, kita lengkapi dengan doa," ujar Muhammad Askari Utomo.

Momentum Mempererat Kebersamaan Petugas dan Warga Binaan

Lebih dari sekadar permohonan hujan, momentum ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan. Dalam suasana penuh kekhusyukan, seluruh elemen lapas bersama-sama memanjatkan doa agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi kondisi yang terjadi.

"Kita ingin mengajarkan bahwa dalam setiap keadaan, kita tidak boleh berhenti berikhtiar dan berdoa. Semoga hujan segera turun, karhutla dapat berkurang, kabut asap menghilang dan kondisi lingkungan kembali sehat," katanya.

Doa untuk Seluruh Masyarakat Jambi yang Terdampak

Askari berharap doa yang dipanjatkan bersama tidak hanya menjadi harapan bagi keluarga besar Lapas Narkotika Muara Sabak, tetapi juga untuk seluruh masyarakat di Jambi yang terdampak kemarau dan kabut asap.

"Semoga Allah SWT memberikan hujan yang cukup, mengakhiri kekeringan dan memberikan keberkahan bagi kita semua. Semoga seluruh masyarakat diberikan keselamatan dan kesehatan," tuturnya.

Salat Istisqa di Lapas Narkotika Muara Sabak menjadi pesan sederhana namun menyentuh: ketika langit masih kering dan asap menyelimuti udara, manusia tetap memiliki ruang untuk berharap. Bersama berikhtiar, bersama berdoa, menanti turunnya hujan yang bukan hanya membasahi tanah, tetapi juga membawa kembali kesejukan bagi kehidupan. (OYI)

Reporter: Wan Rizal
Sumber: jambiday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top