Donald Trump Kritik Strategi Thomas Tuchel yang Tarik Harry Kane Bertahan di Semifinal Piala Dunia 2026

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:03:01 WIB
Donald Trump mengkritik keputusan Thomas Tuchel yang menarik Harry Kane untuk lebih banyak bertahan pada semifinal Piala Dunia 2026.

JAMBI — Pernyataan itu disampaikan Trump saat berdiri bersama Presiden FIFA Gianni Infantino di Atlanta Stadium, tak lama setelah Argentina membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris. Inggris sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon, tetapi dua gol Argentina dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di menit-menit akhir memupus harapan The Three Lions melaju ke final.

Penilaian Trump yang Berbeda dari Jalannya Pertandingan

Trump, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Kane dan pernah bermain golf bersama di Florida tahun lalu, secara terbuka mempertanyakan perubahan strategi Tuchel. "Saya rasa mereka melakukan kesalahan ketika menjadikan Harry Kane lebih banyak bertahan. Tapi apa yang saya tahu soal sepak bola?" ujar Trump.

Ia menambahkan, keputusan itu terasa aneh karena Inggris tengah dalam posisi unggul. "Mereka unggul, lalu pemain terbaik mereka lebih banyak bermain bertahan. Bukankah seharusnya tetap menyerang? Tapi sekali lagi, saya bukan pelatih. Harry adalah sosok yang hebat," kata Trump.

Namun, penilaian Trump tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan. Sejumlah pengamat mencatat bahwa perubahan strategi Inggris justru dipicu oleh keputusan Tuchel memasukkan tiga pemain bertahan—Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O'Reilly—pada babak kedua. Alih-alih mengamankan keunggulan, langkah itu memberi ruang bagi Argentina untuk terus menekan hingga akhirnya mencetak dua gol penentu.

Kane Jadi Korban Strategi Defensif Tuchel

Dalam laga yang berlangsung sengit, Kane yang biasa menjadi ujung tombak serangan justru lebih banyak turun membantu pertahanan pada fase akhir pertandingan. Trump menilai, dengan kemampuan ofensif yang dimiliki Kane, seharusnya Inggris tetap agresif menekan pertahanan Argentina ketimbang bertahan total.

Inggris harus mengakhiri perjuangannya di semifinal setelah kalah dramatis 1-2 dari juara bertahan Argentina. Meski demikian, Harry Kane dan rekan-rekannya masih memiliki kesempatan menutup turnamen dengan finis di posisi ketiga. Mereka dijadwalkan menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga.

Sementara itu, Argentina akan berhadapan dengan Spanyol pada partai final Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top