PEKANBARU — Sebuah drama persaudaraan mewarnai babak 16 besar Audisi Umum PB Djarum 2026. Ray Ethan Jourell, siswa kelas III SD Sari Putra asal Jambi, harus berhadapan dengan adik kandungnya sendiri untuk merebut tiket semifinal kategori U-11 putra. Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Angkasa, Pekanbaru.
Ray mengaku sudah sering berlatih dan bertanding melawan adiknya. Namun, ia tak pernah tahu pasti siapa yang akan keluar sebagai pemenang. “Sudah sering tanding. Tapi saya enggak tahu bakal menang atau enggak,” ujarnya sambil tersenyum usai pertandingan.
Memasuki hari keempat seleksi, persaingan kian sengit. Dari ratusan peserta yang mendaftar, kini hanya tersisa 12 atlet putra yang bertahan di babak semifinal dan enam atlet putri yang lolos ke partai final pada kategori U-11, KU-11, dan KU-12.
Selain melalui jalur pertandingan, peserta yang tersingkir masih memiliki peluang mendapatkan Super Tiket. Tim Pencari Bakat PB Djarum berwenang memberikan tiket khusus tersebut kepada atlet-atlet yang dinilai memiliki potensi besar, meskipun gagal melaju lewat jalur kompetisi.
Meski sudah memastikan tempat di semifinal, Ray tidak ingin cepat berpuas diri. Ia memilih meningkatkan porsi latihan untuk menghadapi pertandingan berikutnya. “Latihan lebih giat, latihan lebih semangat, latihan lebih keras,” katanya.
Motivasi itu selalu ia pegang setiap kali turun ke lapangan. Pesan dari pelatih untuk tidak mudah menyerah menjadi pegangan utamanya. “Harus semangat, harus pantang menyerah,” ujar Ray.
Dengan lolosnya Ray ke semifinal, Jambi masih memiliki wakil yang bisa bersaing di ajang pencarian bakat bergengsi ini. Seluruh perhatian kini tertuju pada penampilannya di babak selanjutnya.