Presiden Prabowo Luncurkan BBM B50, Pemilik Mobil Diesel Wajib Perhatikan Komponen Karet dan Filter

Penulis: Tengku Syafri  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 16:01:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar biodiesel B50 di Jambi.

JAMBI — Keputusan pemerintah untuk mengimplementasikan B50 secara nasional diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahan bakar baru ini merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar fosil, naik 10 persen dari kandungan biodiesel B40 sebelumnya. Peluncuran ini menandai langkah agresif Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Uji Ketahanan Mesin di Berbagai Sektor Mulai Akhir 2025

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyebutkan pengujian B50 sudah dimulai dari laboratorium pada awal 2025. Uji coba kemudian berlanjut ke sektor otomotif, angkutan laut, mesin pertanian, alat berat tambang, kereta api, hingga pembangkit listrik sejak Desember 2025.

Sektor otomotif menjadi perhatian utama dengan uji jalan pada kondisi operasional harian. Hasilnya, kualitas B100 untuk campuran B50 memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, terutama pada parameter kadar air yang turun menjadi maksimal 300 ppm dari 320 ppm (B40), monogliserida maksimal 0,47 persen massa, dan kestabilan oksidasi minimal 900 menit.

Filter Bahan Bakar Jadi Komponen Paling Sensitif

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai transisi ke B50 tidak akan memunculkan efek pembersihan endapan yang signifikan. "Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal," jelasnya.

Meski begitu, Yannes menegaskan filter bahan bakar tetap menjadi komponen utama yang harus dipantau. Ia menyarankan pemilik kendaraan mengikuti jadwal penggantian filter sesuai rekomendasi pabrikan, sementara untuk mobil diesel tua, penggantian bisa dilakukan sedikit lebih sering sebagai langkah antisipasi.

Degradasi Komponen Karet Mengintai Mobil Diesel Tua

Karakteristik biodiesel B50 yang sedikit lebih agresif berpotensi mempercepat degradasi komponen berbahan karet. "Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala," ujar Yannes. Seal, O-ring, dan selang bahan bakar menjadi bagian yang paling rentan.

Sistem injeksi dan pompa bertekanan tinggi pada mesin diesel common rail juga perlu dipantau secara rutin. Yannes menambahkan, pengguna harus menjaga kebersihan tangki bahan bakar dan menghindari penyimpanan B50 terlalu lama agar kualitas bahan bakar tetap terjaga.

Servis Rutin di Bengkel Resmi Jadi Kunci Keandalan

Yannes menekankan bahwa perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40. "Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal," katanya. Servis berkala di bengkel resmi atau bengkel yang memahami karakteristik biodiesel tetap dianjurkan untuk menjaga keandalan mesin.

Pemerintah memastikan B50 akan tersedia secara bertahap di seluruh SPBU Pertamina. Pemilik kendaraan diesel, baik model baru maupun lama, disarankan untuk mulai membiasakan diri dengan karakteristik bahan bakar ini dan lebih disiplin dalam perawatan komponen sistem bahan bakar.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top