JAMBI — Mengutip data Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di Rp 18.099 per dolar AS, menguat 0,23 persen atau 43 poin. Pada pukul 09.50 WIB, kurs rupiah terus merangkak naik ke posisi Rp 18.067.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat tipis setelah pernyataan Trump yang memberi sinyal lebih lembut terhadap Iran. Namun, ia memperkirakan pergerakan rupiah masih terbatas.
"Rupiah diperkirakan akan bergerak datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS di tengah meredanya tensi di Timur Tengah," ujar Lukman. Ia memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.150 per dolar AS.
Trump sebelumnya menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Meski demikian, ia mengaku belum bisa memastikan apakah konflik akan benar-benar selesai atau kembali meningkat menjadi perang skala penuh.
"Saya rasa semuanya sudah berakhir. Saya tidak ingin lagi berurusan dengan mereka. Bagi saya, semuanya sudah selesai," kata Trump dalam pernyataannya. Namun, ia juga menegaskan bahwa AS akan terus merespons setiap serangan Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
"Saya katakan kita menyerang mereka 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kita, kita akan menyerang mereka 20 kali lipat, dan kita melakukannya tadi malam," ujarnya.
Sebelum sentimen Timur Tengah mereda, rupiah berada di bawah tekanan akibat ekspektasi suku bunga tinggi di AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika. Kedua faktor itu mendorong penguatan dolar secara global dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Investasi mengandung risiko.