TEBO — Dua warga asal Kecamatan 7 Koto, Kabupaten Tebo, menjadi bagian dari ribuan WNI yang kini terlantar di Kamboja. Made Akady, warga Desa Sungai Abang, dan Indra, warga Desa Teluk Kayu Putih, disebut tengah mengungsi di KBRI Phnom Penh bersama lebih dari 1.700 WNI lainnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo, M. Husni, menyampaikan harapan besar agar para WNI ini segera dipulangkan. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan warga Tebo di Kamboja melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (1/7/2026).
"Kami sangat berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto selaku Dewan Kehormatan DPP Rampas, untuk dapat mengupayakan pemulangan saudara-saudara kita, para WNI yang terlantar di Kamboja," ujar Husni dalam pernyataannya.
Desakan serupa juga ditujukan kepada Gubernur Jambi Al Haris dan Pemerintah Kabupaten Tebo. Husni meminta pemda tidak tinggal diam dan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyelamatkan warganya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga dan organisasi daerah terus memantau perkembangan kondisi kesehatan serta keamanan para WNI di Phnom Penh. Mereka menanti langkah konkret dari pemerintah pusat maupun daerah untuk mengevakuasi ribuan warga yang mengungsi di KBRI tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tebo diharapkan segera mengambil peran aktif dalam proses pemulangan dua warganya yang kini terlantar di luar negeri. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama untuk mempercepat proses evakuasi.