IHSG Diprediksi Volatil, Investor Wait and See Data Inflasi Juni dan Neraca Perdagangan

Penulis: Tengku Syafri  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 12:18:31 WIB
IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif menunggu data inflasi dan neraca perdagangan Juni.

JAKARTA — Pasar saham Indonesia memasuki awal semester II-2026 dengan tekanan di tengah deretan data ekonomi yang akan dirilis. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut pergerakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

Tiga Data Domestik Jadi Penentu Arah IHSG

Sentimen dalam negeri hari ini bergantung pada tiga laporan utama: inflasi Juni 2026, data PMI Manufaktur Indonesia, dan neraca perdagangan Mei 2026. Konsensus memperkirakan inflasi naik ke sekitar 3,2 persen year on year (yoy) akibat kenaikan harga pangan dan BBM non-subsidi.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan diproyeksikan kembali melebar ke kisaran 4 miliar dolar AS. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut, jika data inflasi dan neraca perdagangan lebih baik dari ekspektasi, peluang penguatan IHSG tetap terbuka.

Program B50 Mulai 1 Juli 2026 Dongkrak Sektor Energi

Implementasi bertahap program B50 yang resmi berlaku sejak 1 Juli 2026 menjadi sentimen positif bagi saham sektor energi dan Crude Palm Oil (CPO). Kebijakan ini dinilai mampu mendorong permintaan dalam negeri dan memperkuat fundamental emiten terkait.

Dolar AS Menguat, The Fed Sinyalkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Dari mancanegara, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 101,26 setelah data JOLTS menunjukkan lowongan kerja mencapai 7,594 juta. Angka tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih panjang.

Selain itu, harga minyak masih bergerak melemah di tengah negosiasi perdamaian AS dengan Iran yang belum menunjukkan kepastian. Fokus investor juga tertuju pada data China Caixin Manufacturing PMI dan ISM Manufacturing PMI AS, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh di forum ECB di Sintra, Portugal.

Bursa Global dan Asia Bergerak Variatif

Pada perdagangan Selasa (30/6), bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 1,51 persen, DAX Jerman menguat 1,50 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,44 persen. Sementara FTSE 100 Inggris justru melemah tipis 0,12 persen.

Wall Street juga ditutup hijau: Dow Jones naik 0,26 persen, S&P 500 menguat 0,79 persen, dan Nasdaq Composite melesat 1,68 persen. Di Asia pagi ini, Nikkei menguat 0,69 persen, Shanghai naik 0,23 persen, namun Hang Seng melemah 1,39 persen dan Strait Times turun 0,06 persen.

Katalis Global yang Patut Dicermati Pekan Ini

Data manufaktur dan komentar pejabat The Fed pekan ini akan menjadi katalis utama pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, serta arus modal global. Pasar masih menunggu petunjuk lebih jelas soal arah suku bunga sebelum kembali agresif masuk ke aset berisiko seperti saham.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top