JAMBI — Dari total 6.848 kursi yang tersedia di 25 SMP Negeri se-Kota Jambi, baru 6.000 calon peserta didik yang terverifikasi tertampung melalui sistem SPMB. Artinya, masih ada sekitar 12,4 persen kursi yang belum terisi hingga masa pendaftaran resmi berakhir.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zul Afni, mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak akan membuka gelombang kedua pendaftaran. Sebagai gantinya, siswa yang belum mendapat kursi atau mengalami kendala teknis saat mendaftar dipersilakan datang langsung ke SMP Negeri yang masih memiliki kuota.
Kebijakan ini diambil setelah Disdik memetakan daya tampung dan jumlah lulusan SD di Kota Jambi. Tahun ini, terdapat 9.720 lulusan SD, sementara kapasitas SMP Negeri hanya mampu menampung 6.848 siswa. Selisih sekitar 3.720 siswa diperkirakan memilih sekolah swasta, madrasah tsanawiyah (MTs), atau pondok pesantren.
“Memang ada beberapa sekolah yang kuotanya sudah penuh, tetapi masih banyak sekolah lain yang daya tampungnya belum terpenuhi,” ujar Zul Afni, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan data Disdik Kota Jambi, enam SMP Negeri telah terisi penuh: SMP Negeri 1, 6, 7, 11, 16, dan 18. Sementara itu, 19 SMP Negeri lainnya masih memiliki sisa kursi yang bisa dimanfaatkan.
Calon siswa yang tertarik mengisi kursi kosong bisa langsung mendatangi sekolah tujuan mulai Senin hingga Jumat pekan ini. Hasil resmi seleksi SPMB sendiri akan diumumkan pada 3 Juli 2026.
Zul Afni juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berpatokan pada sekolah negeri. Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran penting dalam pemerataan layanan pendidikan di Kota Jambi.
“Sekolah swasta juga harus hidup. Karena itu masyarakat masih memiliki banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan, baik di sekolah negeri yang masih memiliki kuota maupun di sekolah swasta,” katanya.
Kebijakan daftar langsung ini diharapkan bisa mengakomodasi siswa yang belum mendapatkan kursi tanpa harus membuka kembali proses pendaftaran baru yang lebih panjang.