Bandara Radin Inten II Disiapkan Jadi Embarkasi Haji Langsung, BP BUMN Dukung Perpanjangan Runway

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:39:31 WIB
Bandara Radin Inten II disiapkan menjadi embarkasi haji langsung dengan dukungan perpanjangan runway dari BP BUMN.

JAMBI — JUDUL: Bandara Radin Inten II Disiapkan Jadi Embarkasi Haji Langsung, BP BUMN Dukung Perpanjangan Runway LEAD: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendapatkan lampu hijau dari Badan Pengatur BUMN (BP BUMN) untuk merealisasikan sejumlah proyek strategis daerah, salah satunya mengubah status Bandara Radin Inten II menjadi bandara embarkasi haji dan umrah langsung. Dukungan ini diwujudkan melalui rencana perpanjangan landas pacu (runway) agar mampu melayani penerbangan jarak jauh. Langkah ini diharapkan memangkas biaya transportasi jemaah asal Lampung yang selama ini harus transit di Jakarta atau Palembang.

Embarkasi Haji Langsung dan Rel Ganda Jadi Prioritas

Dalam pertemuan di Kantor BP BUMN Jakarta, Pemprov Lampung memaparkan sejumlah proyek prioritas yang membutuhkan dukungan BUMN. Selain pengembangan Aerocity di kawasan Bandara Radin Inten II, proyek yang paling disorot adalah pembangunan jalur ganda (double track) kereta api lintas Tarahan–Tegineneng–Prabumulih. BP BUMN menilai proyek ini krusial untuk memperlancar distribusi logistik dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera bagian selatan.

Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf menyatakan dukungannya terhadap percepatan dua proyek tersebut. "Kami akan mendorong BUMN terkait untuk segera merealisasikan peningkatan kapasitas runway dan percepatan pembangunan double track," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (12/2).

Hilirisasi dan Kawasan Industri Baru di Lampung Selatan

Tak hanya infrastruktur transportasi, BP BUMN juga mendorong program hilirisasi komoditas unggulan daerah. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Pemprov Lampung juga menyoroti potensi investasi di sektor perhubungan dan pembangunan Kawasan Industri Katibung di Kabupaten Lampung Selatan.

Jihan menjelaskan bahwa seluruh program ini dirancang untuk menciptakan dampak berantai: dari peningkatan konektivitas, penguatan infrastruktur, hingga masuknya investasi baru yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Kami ingin Lampung tidak lagi menjadi daerah transit, tetapi menjadi tujuan investasi dan pusat pertumbuhan baru," kata Jihan.

Sinergi Pemprov dan BUMN untuk Pertumbuhan Inklusif

Melalui pertemuan ini, Pemprov Lampung berharap sinergi dengan BP BUMN dapat mempercepat realisasi investasi yang berdampak langsung pada ekonomi daerah. Komitmen ini mencakup kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perum Bulog, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Angkasa Pura, untuk memastikan proyek strategis tidak hanya berjalan di atas kertas.

Dengan dukungan BP BUMN, Lampung kini memiliki peta jalan yang lebih jelas untuk mengubah bandara kelas dua menjadi hub penerbangan ibadah dan logistik. Jika terealisasi, jemaah haji asal Lampung tak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk transit, sementara distribusi barang dari Pelabuhan Tarahan ke Sumatera bagian selatan bisa lebih efisien melalui rel ganda yang lebih modern.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: radarlampung.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top