MERANGIN — General Manager Badan Pengelola Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp), Dr. Agus Zainuddin, membeberkan data yang selama ini minim diketahui publik. "Tak banyak yang tahu, Kabupaten Merangin ternyata memiliki 5 gunung dan 7 danau, di samping berbagai kekayaan budayanya," ujar Agus saat menyapa pengunjung di stan Geopark Merangin, pekan lalu.
Dari lima gunung yang ada, Gunung Tungkat menyimpan keunikan geologis paling menonjol. Berbeda dengan gunung api lain, Gunung Tungkat mengalami fenomena pecah, bukan meletus akibat tekanan vulkanologi biasa. Peristiwa langka ini membuat magmanya tumpah dan mengalir hingga ke Sungai Tembesi.
"Makanya di Sungai Tembesi banyak ditemukan batu kekar kolom. Di Kolom Narjoim ada batu persegi enam dan persegi empat. Ini merupakan bagian dari kekar kolom (columnar joint) terbesar di Indonesia," jelas Agus.
Hingga kini, status keaktifan beberapa gunung di Merangin masih menjadi teka-teki geologis. Para ahli telah memastikan Gunung Sumbing sebagai gunung berapi aktif. Namun, status Gunung Masurai belum bisa dipastikan meski terpantau adanya aktivitas vulkanologi di sana.
"Para ahli bahkan belum berani menyatakan apakah Gunung Masurai itu aktif atau tidak, karena memang ada aktivitas vulkanologi di sana. Sementara untuk Gunung Ulu Nilo dan Gunung Duo Beradik, informasinya sejauh ini masih sangat minim," tambah Agus.
Dari tujuh danau yang tersebar di Merangin, Danau Pauh menjadi destinasi paling populer karena terbentuk dari letusan gunung purba. Namun, dari segi ukuran, Danau Depati IV adalah yang terluas. Luasnya mencapai enam kali lipat dari luas danau-danau lainnya di kabupaten tersebut.
Tujuh danau eksotis itu meliputi Danau Mabuk, Danau Kumbang, Danau Kecil, Danau Merah, Danau Kosong, Telaga Biru, dan Danau Depati IV. Kelima gunung yang dimaksud adalah Gunung Masurai, Gunung Sumbing, Gunung Tungkat, Gunung Ulu Nilo, dan Gunung Duo Beradik.
Pengungkapan data ini diharapkan mendorong penelitian lebih lanjut dan promosi wisata berbasis ilmu pengetahuan. Dengan status sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, Merangin memiliki modal kuat untuk mengembangkan geowisata yang tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga nilai edukasi geologi tinggi.
Stan Geopark Merangin di Pekan Budaya Jambi menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tersembunyi ini kepada masyarakat luas, sekaligus mengubah persepsi bahwa Merangin hanya dikenal sebagai daerah pertambangan atau perkebunan.