JAMBI — UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperluas jejaring akademiknya ke kancah Asia Tenggara dengan menggandeng Krirk University, Bangkok, Thailand. Kerja sama ini tidak hanya mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga menyasar pengembangan riset di sektor industri halal yang tengah tumbuh pesat secara global.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar M.Pd., menyebut langkah ini sebagai tonggak awal yang penting. Sebab, UIN Jambi sebelumnya belum memiliki kerja sama resmi dengan perguruan tinggi di Bangkok, apalagi yang memiliki fokus kuat pada ekosistem halal.
"Kita perlu melakukan kerja sama yang mendalam dengan kampus Krirk University," ujar Kasful Anwar dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Kesepakatan ini mencakup empat poin utama dalam skema Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertama, eksplorasi peluang kolaborasi di bidang penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua, penyelenggaraan dan partisipasi dalam konferensi internasional.
Ketiga, program mobilitas akademik berupa pertukaran dosen, staf, dan mahasiswa. Keempat, pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kedua institusi.
Daya tarik utama kerja sama ini terletak pada International Islamic College Bangkok (IICB) yang berada di bawah naungan Krirk University. IICB memiliki konsentrasi khusus pada pengembangan ekosistem industri halal, sektor yang dinilai strategis mengingat tren pasar halal global yang terus meningkat.
Bagi UIN Jambi, kolaborasi ini menjadi peluang untuk memperkuat riset dan pengajaran berbasis ekonomi syariah. Sektor industri halal tidak hanya mencakup makanan dan minuman, tetapi juga farmasi, kosmetik, hingga logistik.
Pasca-penandatanganan, pihak Krirk University langsung menawarkan langkah konkret. Dekan IICB, Dr. Sarawut Laesan, mengundang delegasi UIN Jambi untuk hadir dalam forum ilmiah berskala besar yang akan digelar dalam waktu dekat.
"Bulan depan kami ada konferensi internasional yang selalu dihadiri lebih dari 2.000 peserta. Kami akan sangat senang jika UIN dapat menghadiri kegiatan tersebut, baik sebagai pemateri atau peserta," ungkap Sarawut Laesan.
Hubungan UIN Jambi dengan Thailand sebenarnya sudah terjalin, meskipun belum formal. Saat ini, tercatat 10 mahasiswa asal Negeri Gajah Putih sedang menempuh studi di UIN Jambi. Mereka merupakan kelompok mahasiswa internasional terbesar kedua di kampus tersebut.
Angka ini dinilai masih perlu ditingkatkan. Melalui kerja sama dengan Krirk University, UIN Jambi berharap dapat menarik lebih banyak mahasiswa Thailand, sekaligus mengirimkan mahasiswa dan dosennya untuk belajar di Bangkok.
Mahasiswa UIN Jambi berpotensi mendapatkan akses lebih luas ke program pertukaran pelajar dan konferensi internasional. Selain itu, peluang riset bersama di bidang industri halal dapat memperkaya pengalaman akademik dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat regional.
Bagi dosen, kolaborasi ini membuka kesempatan untuk publikasi ilmiah bersama dan pengembangan kurikulum berbasis standar internasional.
Kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan program-program konkret. Langkah awal adalah partisipasi UIN Jambi dalam konferensi internasional yang digelar Krirk University pada bulan depan. Setelah itu, akan dirancang skema pertukaran mahasiswa dan riset bersama yang lebih detail.