JAMBI — Kebijakan Apple untuk tidak menyertakan charger dalam kotak penjualan iPad bukan lagi sekadar rumor. Mulai pekan lalu, seluruh varian iPad yang dipasarkan di negara-negara anggota Uni Eropa hadir tanpa adaptor daya. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap regulasi Delegated Regulation 2023/1677 yang sebelumnya mewajibkan standar USB-C sebagai port pengisian daya universal di kawasan tersebut.
Uni Eropa sudah lama mendorong standardisasi port pengisian daya untuk mengurangi limbah elektronik. Regulasi Delegated Regulation 2023/1677 secara spesifik mengatur bahwa perangkat elektronik yang dijual di Eropa harus mendukung pengisian daya melalui USB-C. Dengan aturan ini, Apple berargumen bahwa sebagian besar konsumen di Eropa sudah memiliki charger USB-C dari perangkat sebelumnya, sehingga menyertakan adaptor daya baru hanya akan menambah sampah elektronik.
Kebijakan ini sebenarnya sudah diterapkan Apple pada lini iPhone sejak iPhone 12 series pada 2020, namun untuk iPad, keputusan baru dieksekusi secara serempak di Eropa sekarang. Pasar lain seperti Indonesia belum terkena dampak langsung dari kebijakan ini, karena tidak ada regulasi serupa yang mewajibkan hal yang sama.
Perubahan paling signifikan ada pada isi kotak penjualan iPad. Jika sebelumnya konsumen mendapatkan kabel USB-C dan adaptor daya 20W, kini hanya kabel USB-C yang disertakan. Adaptor daya harus dibeli terpisah jika pengguna belum memilikinya.
Harga jual iPad di Eropa tidak mengalami penurunan signifikan meskipun komponen charger dihilangkan. Apple beralasan bahwa pengurangan biaya produksi ini lebih diarahkan untuk investasi pada material daur ulang dan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Bagi konsumen Indonesia, kebijakan ini belum berlaku secara langsung. iPad yang dijual resmi melalui distributor Apple di Indonesia masih menyertakan charger dalam kemasan, setidaknya untuk saat ini. Namun, pola yang terjadi di Eropa bisa menjadi indikasi arah kebijakan Apple secara global ke depannya.
Pengguna yang membeli iPad dari toko online atau importir yang mengambil stok dari pasar Eropa perlu waspada. Pastikan untuk mengecek deskripsi produk secara saksama, terutama bagian "box contents" atau "what's in the box", sebelum melakukan pembayaran. Jika ternyata charger tidak disertakan, pengguna harus menyiapkan adaptor USB-C 20W atau lebih yang kompatibel.
Apple belum mengumumkan secara resmi apakah kebijakan ini akan diperluas ke kawasan lain seperti Asia atau Amerika. Yang jelas, tren pengurangan aksesori dalam kotak penjualan sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu dan kemungkinan akan terus berlanjut. Bagi konsumen yang masih ingin mendapatkan charger langsung dari pabrikan, membeli perangkat dari stok lama atau dari pasar non-Eropa bisa menjadi opsi sementara.
Keputusan ini juga mengingatkan kita untuk selalu memeriksa kelengkapan produk sebelum membeli, terutama jika membeli dari kanal yang tidak resmi atau dari luar negeri. Charger bawaan memang praktis, tetapi dengan standar USB-C yang semakin universal, memiliki satu charger berkualitas yang bisa dipakai untuk berbagai perangkat justru lebih efisien dalam jangka panjang.