SAROLANGUN — Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun itu dirangkaikan dengan supervisi dan evaluasi program PKK. Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Ketua TP PKK Kabupaten Sarolangun Risha Fitria Hurmin, serta jajaran pengurus dan kader PKK turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut.
Hesti Haris menegaskan bahwa Gerakan Jambi Bersholawat merupakan program yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan secara berkelanjutan, bukan hanya kegiatan musiman. Menurutnya, keluarga adalah fondasi utama pembentukan generasi berakhlak mulia, sehingga pembinaan harus melibatkan kader PKK, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan.
"Gerakan Jambi Bersholawat tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan sholawat, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat," ujar Hesti Haris dalam arahannya.
Ia menekankan bahwa dari rumahlah anak-anak belajar mencintai Rasulullah, menghormati orang tua, dan membangun kebiasaan baik. Karena itu, kader PKK di tingkat desa dan kelurahan didorong menjadi motor penggerak kegiatan keagamaan yang inklusif dan menyentuh langsung masyarakat.
Keberhasilan gerakan ini, menurut Hesti, sangat bergantung pada sinergi seluruh jajaran TP PKK—dari provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa. Ia menilai kader PKK memiliki posisi strategis karena berada di garis terdepan, dekat dengan keluarga dan masyarakat.
"Kader PKK tidak hanya menjalankan program administrasi organisasi. Lebih dari itu, kader PKK menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka hadir di desa. Hadir di kelurahan. Hadir di tengah keluarga," tegasnya.
Hesti berharap gerakan keagamaan ini tidak hanya digelar pada momentum tertentu, tetapi masuk ke kegiatan keluarga, majelis taklim, pengajian, sekolah, dan komunitas masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, TP PKK Provinsi Jambi menyerahkan bantuan buku panduan Belajar Mandiri Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur'an. Bantuan ini merupakan dukungan dari Baznas Provinsi Jambi yang bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Sarolangun.
Hesti menilai kemampuan membaca Al-Qur'an menjadi bagian penting dari pembinaan spiritual keluarga. Dengan adanya buku panduan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah belajar, baik secara mandiri maupun melalui pendampingan di lingkungan masing-masing.
Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyambut baik program tersebut. Menurutnya, Gerakan Jambi Bersholawat sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.