100 Perusahaan Buka 1.000 Lowongan di Job Fair Polda Jambi, Gubernur Sebut 74 Ribu Warga Masih Nganggur

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Senin, 22 Juni 2026 | 20:35:02 WIB
Gubernur Jambi, Al Haris, membuka Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM di Lippo Mall Jambi.

JAMBI — Angka pengangguran di Jambi yang masih menyentuh 74 ribu jiwa menjadi perhatian serius dalam pembukaan Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi. Gubernur Al Haris, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, dan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar membuka langsung kegiatan itu di Lippo Mall Jambi, Senin (22/6).

Menurut data Pemerintah Provinsi Jambi, dari total 3,8 juta penduduk, sekitar 74 ribu orang masih menganggur. Setiap tahun, tambahan 41 ribu lulusan baru dari berbagai jenjang pendidikan masuk ke pasar kerja.

"Persoalan pengangguran dan kemiskinan merupakan akar dari berbagai persoalan sosial di masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti job fair ini sangat penting untuk membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Al Haris dalam sambutannya.

100 Perusahaan, 188 Formasi, dan 1.000 Lowongan

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar merinci, job fair tahun ini diikuti 100 perusahaan dari berbagai sektor dengan 188 formasi jabatan. Total lowongan pekerjaan yang tersedia mencapai lebih dari 1.000 posisi.

Selain bursa kerja, sebanyak 36 pelaku UMKM turut berpartisipasi menampilkan produk unggulan daerah. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

"Kami ingin menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, tidak hanya membuka akses pekerjaan tetapi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," kata Kapolda.

Layanan Publik Gratis: SIM Keliling hingga Kesehatan

Masyarakat yang hadir juga bisa memanfaatkan sejumlah layanan publik gratis yang disediakan di lokasi. Antara lain layanan kesehatan gratis, pelayanan SIM keliling, dan Samsat keliling.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengapresiasi sinergi antara Polda Jambi, pemprov, dan dunia usaha. Ia menilai kolaborasi ini menjadi model positif dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan industri.

Program Sekolah Rakyat untuk Warga Miskin Ekstrem

Gubernur Al Haris juga menyinggung komitmen pemprov mendukung program nasional, termasuk Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Program ini menyasar akses pendidikan bagi warga miskin dan miskin ekstrem di Jambi.

Menurut Al Haris, kolaborasi lintas sektor diperlukan tidak hanya untuk memperluas lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia usaha dan industri.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top