JAMBI — General Manager Yusrinal Fitriandi mengumumkan langsung keputusan ini di Malang setelah melalui evaluasi mendalam. Alih-alih fokus pada peringkat akhir, dewan direksi memilih melihat rapor ofensif tim yang mentereng sebagai dasar utama.
Sepanjang 34 pertandingan, Arema FC di bawah Marcos Santos mampu menggelontorkan 53 gol. Rata-rata 1,56 gol per laga. Catatan ini hanya kalah dari musim 2019 saat Milomir Seslija membukukan 59 gol.
Yang lebih impresif, Singo Edan jarang mandul. Mereka hanya gagal mencetak gol dalam enam pertandingan atau 17,65 persen dari total laga. Persentase ini menyamai rekor terbaik klub di era Liga 1 yang pernah diukir Seslija (2019), Eduardo Almeida (2021-2022), dan Joko Susilo (2017).
Secara keseluruhan, Marcos membukukan 13 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 12 kekalahan. Persentase kemenangannya mencapai 38,24 persen.
Namun, ada sisi lain dari cerita ini. Pertahanan Arema FC sangat keropos. Gawang Singo Edan jebol 47 kali sepanjang musim. Inilah alasan utama mengapa perolehan poin mereka tidak bisa bersaing di papan atas.
“Kami bermain sangat baik musim lalu, bahkan melawan tim kuat seperti Persija Jakarta. Namun kami tidak mampu menjaga konsistensi hasil,” aku Marcos Santos.
Bagi Marcos, masalah utama bukan terletak pada taktik atau kualitas individu pemain. Gangguan terbesar datang dari badai cedera dan akumulasi kartu kuning-merah yang terus berulang.
Komposisi pemain terbaik Arema sering kali gembos di tengah jalan. Pelatih berusia 46 tahun itu terpaksa terlalu sering melakukan bongkar pasang. Efeknya jelas: Arema kesulitan menjaga tren kemenangan. Sepanjang musim, mereka hanya mampu mencatat tiga kemenangan beruntun dalam dua periode berbeda.
“Kami gak bisa mempertahankan komposisi tim yang sama. Hal itu sangat memengaruhi perjalanan kami di kompetisi,” pungkas Marcos.
Marcos Santos kini memiliki pekerjaan rumah yang jelas. Produktivitas serangan sudah terbukti. Tantangan berikutnya adalah menambal lubang di lini belakang dan merapikan kedalaman skuad agar tidak mudah goyah saat badai cedera datang.
Kerangka tim sudah aman. Kini tinggal pembuktian taktik jilid dua di Bumi Arema.