JAMBI — Program percontohan truk listrik kelas berat resmi berjalan di Pelabuhan Vancouver, Kanada. Melalui inisiatif ELECTRA (ELEctric Container TRucking progrAm), lima perusahaan pelayaran mendapat fasilitas sewa bersubsidi untuk Peterbilt 579EV Class 8. Simard Westlink menjadi operator pertama yang mendistribusikan unitnya pada Mei lalu.
ELECTRA mendapat sokongan dana sekitar USD 3 juta dari Transport Canada, Provinsi British Columbia, dan Otoritas Pelabuhan Vancouver Fraser. Pendanaan tambahan juga mengalir dari BC Hydro's EV Fleet Program. Selain Simard, peserta lain adalah Aheer Transportation, Lally Bros. Holding, TransBC Freight, dan West Coast Freight.
Konsep first-mile delivery memang belum sepopuler last-mile. Namun untuk pelabuhan, rute ini sangat cocok untuk elektrifikasi. Truk bergerak dalam jarak pendek dan rute yang bisa diprediksi, membawa muatan berat dari pelabuhan ke terminal kereta atau truk. Setiap malam truk kembali ke tempat parkir yang sama, memudahkan pengisian daya.
Jason Hansen, direktur operasi Simard Westlink, menyebut program ini mengubah cara pandang perusahaannya. “ELECTRA memungkinkan kami lebih terbuka terhadap tenaga alternatif, teknologi canggih, dan biaya lebih rendah, semua dengan emisi nol,” katanya kepada Electrive.
Selama setahun ke depan, data operasional dari kelima truk akan direkam dan dibagikan ke mitra industri dan pemerintah. Tujuannya menjadi acuan adopsi truk listrik baterai di masa depan. Frans Tjallingii, CEO 7Gen—perusahaan yang menyewakan Peterbilt 579EV ke Simard—yakin segmen drayage dan jarak menengah sudah masuk kategori praktis untuk elektrifikasi.
Pilot ini mengingatkan pada studi serupa Transport Canada tahun lalu di Montreal. Saat itu, perbandingan truk diesel dan listrik menunjukkan penghematan hingga USD 160.000 per unit setelah menempuh lebih dari 200.000 km. ELECTRA diharapkan menghasilkan temuan serupa.