MENDALO — Elgradcia dan timnya mengembangkan EYETRACE, sebuah platform ekonomi sirkular digital yang membantu pelaku usaha mengelola limbah menjadi sumber nilai ekonomi. Sistem ini mengandalkan pelacakan digital, transparansi data lingkungan, serta otomatisasi pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ide EYETRACE lahir dari kesadaran bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan peluang ekonomi yang bisa menciptakan keberlanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat. Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum yang tergabung dalam kelompok ekonomi, Elgradcia harus mempelajari banyak hal di luar bidang yang selama ini dipelajarinya.
Mulai dari konsep ekonomi berkelanjutan, penyusunan model bisnis, hingga pengembangan solusi berbasis teknologi menjadi pengalaman baru. Hal ini sekaligus memperluas pemahamannya tentang pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Di balik pencapaian tersebut, Elgradcia menghadapi tantangan besar. Ia harus mampu membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dan pengerjaan proyek. Seluruh rangkaian persiapan dilakukan saat semester akademik masih berlangsung sehingga ia tetap harus menyelesaikan berbagai kewajiban kuliah.
Diskusi dan rapat daring hampir dilakukan setiap malam selama berjam-jam untuk menyempurnakan konsep yang diusung. Berbagai komponen penilaian juga harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas.
Dekan Fakultas Hukum UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian Elgradcia. "Fakultas Hukum senantiasa mendukung segala kegiatan positif dan konstruktif mahasiswa. Prestasi yang diraih Elgradcia menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum memiliki kemampuan untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Menurut Dr. Hartati, keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi tidak hanya membawa nama baik pribadi, tetapi juga memperkuat reputasi akademik fakultas. Prestasi mahasiswa menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas dan status unggul yang saat ini dimiliki Fakultas Hukum UNJA.
Elgradcia mengaku bahwa salah satu pengalaman paling berkesan selama program adalah kesempatan untuk belajar bersama peserta lain yang memiliki semangat dan tujuan yang sama. "Saya juga merasa bersyukur dapat bekerja sama dengan tim EYECONIC yang mampu membangun kolaborasi yang solid sepanjang proses kompetisi," tambahnya.
Puncak kebahagiaan dirasakannya ketika namanya diumumkan sebagai penerima penghargaan The Most Creative Delegate. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang sangat berarti setelah melalui berbagai proses yang penuh tantangan, pembelajaran, dan kerja keras.
Melalui pengalaman ini, Elgradcia berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peluang untuk berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional. "Saya belajar bahwa sering kali kita tidak mengetahui kemampuan yang kita miliki sampai kita benar-benar berani mencobanya. Banyak kesempatan yang terlihat menakutkan di awal, tetapi justru membawa pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga ketika dijalani dengan sungguh-sungguh," pungkasnya.
Ia meyakini bahwa setiap pengalaman akan memberikan pelajaran yang berbeda dan membuka sudut pandang baru yang dapat menjadi bekal untuk masa depan.