Penutupan 62 TPS Liar di Jambi, Pemkot Ganti dengan Layanan Angkut Sampah Digital dari Rumah ke Rumah

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 18 Mei 2026 | 22:05:15 WIB
Petugas Pemkot Jambi menutup 62 TPS liar sebagai bagian dari program pengelolaan sampah baru.

JAMBI — Kebijakan pengelolaan sampah di Kota Jambi memasuki babak baru. Pemerintah kota tidak lagi mengandalkan TPS di pinggir jalan sebagai tempat transit sampah warga. Sistem jemput bola langsung ke sumber sampah—rumah tangga—kini menjadi tulang punggung utama.

62 TPS Liar Ditutup, Target Nihil TPS

Pemkot Jambi telah menutup 62 titik TPS liar yang tersebar di sejumlah kecamatan. Penutupan ini dilakukan bertahap sebagai tindak lanjut program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang tengah dipercepat di seluruh kawasan kota.

“Target kami ke depan tidak ada lagi TPS di Kota Jambi. Dengan begitu, penerapan OPBM bisa berjalan optimal,” demikian pernyataan dari pihak Pemkot Jambi dalam keterangannya, baru-baru ini.

Bentor Jadi Ujung Tombak, Digitalisasi Dukung Distribusi

Melalui program OPBM, petugas bentor mengangkut sampah langsung dari rumah-rumah warga. Sampah kemudian dibawa ke depo transfer yang telah disiapkan di beberapa titik di Kota Jambi. Di depo inilah petugas Dinas Kebersihan memilah sampah sebelum akhirnya diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Proses pengangkutan dari rumah ke depo saat ini masih dikenakan tarif kepada masyarakat. Namun, Pemkot menegaskan besaran biaya tersebut sepenuhnya melalui kesepakatan warga, bukan ditetapkan sepihak oleh pemerintah. “Sampah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Pemkot menargetkan tarif angkut ini bisa dihapuskan di masa depan. Syaratnya, proses pemilahan sampah harus berjalan optimal sehingga sampah memiliki nilai ekonomis yang bisa menutup biaya operasional.

20 Armada Digital Siap Operasi Penuh Akhir Mei 2026

Untuk memperkuat sistem ini, Pemkot Jambi kini memiliki 20 armada pengangkut sampah berbasis digital. Armada ini memiliki kapasitas total angkut hingga 500 ton per hari dan direncanakan beroperasi penuh pada akhir Mei 2026.

Armada tersebut akan melayani pengambilan sampah di tujuh depo transfer yang tersebar di Kota Jambi. Dari depo, sampah langsung diangkut ke TPA Talang Gulo tanpa melalui TPS perantara.

Kebijakan ini merupakan bagian dari program prioritas Kampung Bahagia, yang tahun ini menempatkan aspek kebersihan sebagai prioritas utama bersama aspek keamanan. Dengan sistem baru ini, Pemkot optimistis permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan kompleks di kota besar seperti Jambi bisa tertangani secara lebih tertib dan sesuai aturan tata ruang.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: cicitvjambi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top