JAMBI — Bermain di Stadio Olimpico, Roma, Inter tampil dominan sejak menit awal. Lazio yang tampil tanpa pelatih Maurizio Sarri karena skorsing, kesulitan mengembangkan permainan melawan pressing tinggi Nerazzurri. Keunggulan Inter sudah tercipta pada menit ke-25 ketika umpan silang Federico Dimarco mengenai kaki Adam Marusic dan masuk ke gawang sendiri.
Sepuluh menit berselang, Lazio harus tertinggal 2-0 setelah Nuno Tavares melakukan kesalahan fatal. Bek kiri asal Portugal itu kehilangan bola di area pertahanan sendiri saat ditekan Denzel Dumfries. Dumfries kemudian memberikan umpan matang yang langsung disambar Lautaro Martinez menjadi gol.
Nuno Tavares mendapat rating terendah di laga ini, 4.5, karena blunder yang praktis mematikan perlawanan Lazio. Pelatih interim Lazio, Sarri yang menjalani skorsing, tak bisa berbuat banyak melihat performa timnya yang minim kreativitas di lini depan.
Masuknya Nicolo Rovella di babak kedua menggantikan Patric memberi sedikit perbaikan. Gelandang Italia itu mencatat rating 6.5, tertinggi di kubu Lazio. Namun, suntikan energi dari Rovella tak cukup untuk menembus pertahanan solid Inter yang dikawal Akanji dan Bastoni.
Lazio hanya mampu melepaskan beberapa operan ke sepertiga akhir lapangan tanpa menciptakan peluang emas. Kegagalan mencetak gol membuat mereka harus puas tanpa trofi di musim ini.
Di kubu Inter, tiga pemain mendapat rating tertinggi 7: Denzel Dumfries, Federico Dimarco, dan Lautaro Martinez. Dimarco terlibat dalam gol pertama lewat umpannya, sementara Dumfries mencuri bola lalu memberi assist untuk gol kedua. Lautaro, yang diganjar rating 7, terus menjadi ancaman hingga ditarik keluar pada menit ke-77.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mendapat nilai 7 berkat strategi jitu dan keberhasilannya membawa pulang dua trofi di musim debutnya. Inter kini mengoleksi trofi ganda domestik musim ini.