Greg Brockman Klaim Elon Musk Nyaris Memukulnya dalam Rapat OpenAI

Penulis: Said Fauzi  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 09:50:06 WIB
Greg Brockman menyatakan Elon Musk hampir memukulnya dalam rapat OpenAI 2017.

Ancaman kekerasan fisik dan perebutan kontrol mutlak menjadi sorotan utama dalam persidangan gugatan Elon Musk terhadap OpenAI di pengadilan federal. President OpenAI Greg Brockman bersaksi bahwa Musk sempat mengamuk saat ambisinya untuk menguasai perusahaan ditolak pada 2017. Kesaksian ini membuka tabir perselisihan personal di balik layar pembentukan raksasa teknologi kecerdasan buatan tersebut.

Ketegangan antara para pendiri OpenAI mencapai puncaknya dalam sebuah pertemuan di kediaman mewah Elon Musk di Hillsborough pada Agustus 2017. Greg Brockman, salah satu pendiri sekaligus President OpenAI, mengungkapkan di depan persidangan bahwa situasi saat itu berubah menjadi sangat intimidatif ketika Musk menyadari bahwa dirinya tidak akan mendapatkan kendali penuh atas perusahaan.

Brockman menceritakan bagaimana Musk bereaksi keras setelah tawarannya untuk memegang kendali tunggal ditolak oleh para pendiri lainnya. Musk menginginkan struktur yang disebut Brockman sebagai "kediktatoran" atas masa depan pengembangan AI, sementara Brockman dan Ilya Sutskever mengusulkan pembagian kontrol bersama. Penolakan ini memicu amarah Musk di tengah diskusi yang awalnya tampak santai dengan sajian wiski.

Ketakutan akan Serangan Fisik di Hillsborough

Dalam kesaksiannya pada Selasa, Brockman mengingat momen ketika Musk berdiri dan mulai mengitari meja dengan emosi meluap. "Saya benar-benar mengira dia akan memukul saya, menyerang saya secara fisik," ujar Brockman di kursi saksi. Musk kemudian menyambar sebuah lukisan Tesla—pemberian dari Sutskever—dan mengancam akan menghentikan seluruh pendanaan untuk organisasi nirlaba tersebut kecuali Brockman dan Sutskever mengundurkan diri.

Sebelum ketegangan meledak, Musk disebut sempat mencoba mengambil hati para pendiri dengan memberikan mobil Tesla Model 3 baru. Brockman menilai tindakan tersebut sebagai upaya untuk membuat mereka merasa berutang budi. Namun, upaya "menyuap" ini gagal melunakkan sikap para pendiri yang bersikeras pada prinsip kontrol kolektif demi keamanan pengembangan teknologi.

Kritik Musk yang Menghancurkan Mental Peneliti

Brockman juga memaparkan alasan lain mengapa Musk dianggap tidak layak memimpin perusahaan AI. Ia menceritakan insiden saat peneliti Alec Radford menunjukkan versi awal chatbot AI kepada Musk. Alih-alih memberikan masukan konstruktif, Musk justru menghina sistem tersebut sebagai sesuatu yang "bodoh" dan mengklaim anak kecil di internet bisa melakukan hal yang lebih baik.

Hinaan tersebut membuat Radford sangat terpukul hingga hampir memutuskan untuk meninggalkan bidang riset AI sepenuhnya. Brockman dan Sutskever harus menghabiskan banyak waktu untuk membangun kembali kepercayaan diri Radford. Menurut Brockman, ketidakmampuan Musk untuk melihat potensi teknologi yang kelak menjadi dasar ChatGPT menunjukkan bahwa sang CEO Tesla tidak memiliki visi yang dibutuhkan dalam bidang ini.

Drama Dewan Direksi dan Peran Shivon Zilis

Perselisihan ini akhirnya berujung pada keluarnya Musk dari OpenAI pada awal 2018 setelah ia menyatakan bahwa perusahaan tersebut berada di jalur "kegagalan yang pasti". Selama masa transisi, Shivon Zilis, yang saat itu merupakan penasihat bagi Musk dan OpenAI, berperan sebagai perantara bagi kedua pihak. Brockman menyebut Zilis sebagai "proksi Elon" dalam banyak diskusi strategis.

Kehadiran Zilis di dewan direksi OpenAI pada 2020 juga sempat memicu polemik internal, terutama setelah ia melahirkan anak kembar dari hubungannya dengan Musk pada 2021. Brockman bersaksi bahwa beberapa anggota dewan sempat ingin mengeluarkan Zilis dari posisinya, namun ia dan Sutskever meyakinkan anggota lainnya agar Zilis tetap bertahan di dewan direksi.

Hingga kini, Musk berargumen bahwa donasi sebesar $38 million miliknya telah disalahgunakan oleh Brockman dan Sam Altman untuk membangun entitas komersial senilai $852 billion. Pihak OpenAI membantah keras tuduhan tersebut, sementara juri dalam kasus Musk v. Altman diperkirakan akan mulai melakukan pertimbangan putusan pada pekan depan.

Reporter: Said Fauzi
Back to top