SUNGAIPENUH – Isu dugaan hilangnya saldo nasabah di Bank 9 Jambi Cabang Sungai Penuh memicu kepanikan dan gelombang protes, Senin (23/02/2026). Sejak pagi, puluhan nasabah memadati halaman kantor cabang untuk menuntut penjelasan atas gangguan layanan perbankan yang mereka alami.
Kerumunan terlihat memenuhi area depan kantor. Sejumlah nasabah berdiskusi dengan wajah tegang, sementara lainnya berupaya meminta kepastian langsung kepada petugas bank. Situasi tersebut menyita perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, gangguan pada layanan mobile banking diduga terjadi bersamaan dengan laporan berkurangnya dana di sejumlah rekening. Nilai kerugian yang disebutkan nasabah bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah.
Salah seorang nasabah, Dito, mengaku terkejut saat mengetahui saldo tabungannya menyusut tanpa adanya transaksi yang ia lakukan.
“Saya cek m-banking tidak bisa masuk. Setelah mengecek ke bank, saldo saya berkurang lebih dari Rp24 juta, dan teman saya juga berkurang sekitar Rp17 juta. Kami hanya ingin kejelasan serta tanggung jawab dari pihak bank,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan nasabah lainnya. Mereka menilai gangguan sistem tersebut bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut keamanan dana.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Cabang Bank 9 Jambi Cabang Sungai Penuh belum memberikan pernyataan resmi kepada publik. Upaya konfirmasi awak media juga belum memperoleh respons. Kondisi ini memicu spekulasi di kalangan nasabah yang berharap adanya transparansi dan langkah konkret dari manajemen.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena layanan perbankan digital kini menjadi tulang punggung transaksi keuangan harian masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang mengandalkan sistem tersebut untuk pembayaran dan administrasi rutin.
Sementara itu, aparat dari Polres Kerinci turut berada di lokasi untuk memantau situasi. Kepolisian memastikan kondisi keamanan di sekitar kantor bank tetap aman dan kondusif.
Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi dari manajemen Bank 9 Jambi terkait dugaan gangguan sistem maupun laporan hilangnya dana. Kejelasan informasi dan jaminan keamanan dana dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap layanan perbankan daerah tersebut.