JAMBI — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyatakan rencana pembagian telepon seluler gratis bagi masyarakat masih dalam tahap pembahasan dan belum final. Ia belum bisa membeberkan rincian kebijakan maupun kesiapan anggarannya karena pembahasan belum tuntas. Program yang sudah matang dan siap dieksekusi saat ini justru penyediaan rekening bank gratis dengan saldo awal Rp50 ribu.
Dradjad memastikan pemerintah akan menyampaikan detail kebijakan HP gratis begitu pembahasan rampung. Pernyataan itu ia sampaikan saat ditemui di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10).
"Nanti (soal hp gratis) kita akan bahas lagi. Kalau sudah kita bahas, baru kita sampaikan," ujar Dradjad.
Rekening Gratis Rp50 Ribu Sudah Siap Anggarannya
Berbeda dari wacana HP gratis, Dradjad menyebut program rekening bank gratis sudah punya kepastian anggaran. Pemerintah telah menyiapkan dana untuk pengisian saldo awal sebesar Rp50 ribu pada setiap rekening.
"Dari pemerintah yang sudah kita siapkan kan pembukaan rekening yang Rp50 ribu itu. Anggaran pembukaan rekeningnya sudah siap," kata Dradjad.
Program rekening gratis ini menyasar warga yang baru menginjak usia 17 tahun dan belum memiliki rekening. Pemerintah menargetkan rekening tersebut menjadi kanal penyaluran bantuan tunai ke depan.
Hashim Buka Wacana HP Gratis dan Dua Bank Penyalur
Wacana pembagian HP gratis pertama kali diungkap Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. Adik Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikannya dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10).
"Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi rekening digital. Seluruh dana akan tersedia di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing," ujar Hashim.
Hashim menyebut ada dua bank yang ditunjuk pemerintah untuk menyediakan rekening gratis, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Keduanya bakal menjadi saluran penyaluran bantuan tunai bagi penerima manfaat yang berhak.
Bantuan Tunai Bakal Beralih ke Rekening Digital
Pemerintah berencana menghentikan distribusi bantuan tunai secara fisik. Ke depan, Kementerian Keuangan akan mengirimkan dana langsung ke rekening digital pada ponsel masing-masing penerima manfaat.
Skema ini menempelkan dua program sekaligus: pembukaan rekening dan penyediaan perangkat ponsel. Namun, Dradjad menegaskan komponen HP gratis belum masuk tahap final sehingga belum ada angka anggaran yang bisa dipublikasikan.
Bagi sektor perbankan, penunjukan BRI dan BSI sebagai penyalur rekening gratis membuka peluang penambahan nasabah baru dari segmen usia muda. Program ini juga berpotensi mempercepat inklusi keuangan digital di kalangan warga yang sebelumnya belum tersentuh layanan bank.
Sementara itu, kejelasan besaran anggaran, mekanisme pengadaan ponsel, serta kriteria penerima masih menunggu hasil pembahasan lintas kementerian. Pemerintah belum menetapkan tenggat kapan wacana HP gratis akan diputuskan.