JAMBI — Pindang patin merupakan salah satu hidangan berkuah yang cukup populer di Sumatra Selatan. Kuahnya yang bening dengan cita rasa asam dan pedas membuat hidangan ini cocok disajikan saat makan siang bersama keluarga.
Selain rasanya yang segar, penggunaan rempah seperti kunyit bakar dan terasi dinilai membantu mengurangi bau amis khas ikan patin. Bahan-bahannya pun mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan.
Bahan Utama dan Marinasi Ikan Patin
Untuk membuat pindang patin, siapkan satu ekor ikan patin dengan berat sekitar 500 hingga 700 gram. Potong ikan sesuai selera, lalu cuci hingga bersih.
Sebelum diolah, ikan perlu dimarinasi menggunakan satu buah jeruk nipis dan satu sendok teh garam. Proses ini membantu menghilangkan lendir dan bau amis yang sering menempel pada ikan patin.
Bumbu Halus yang Wajib Disiapkan
Bumbu halus menjadi kunci cita rasa pindang patin. Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah keriting
- 2 cm kunyit, dibakar sebentar
- ½ sendok teh terasi bakar (opsional)
Kunyit yang dibakar sebelum dihaluskan memberikan aroma khas yang lebih kuat. Sementara terasi bakar bersifat opsional, tergantung selera.
Mengapa Pindang Patin Cocok untuk Menu Harian
Pindang patin menawarkan keseimbangan rasa yang jarang ditemui pada hidangan berkuah lainnya. Perpaduan asam dari jeruk nipis, pedas dari cabai keriting, dan gurih dari terasi menciptakan profil rasa yang kompleks namun tetap ringan di lidah.
Ikan patin sendiri merupakan salah satu komoditas perairan yang banyak dibudidayakan di Jambi dan sekitarnya. Harganya relatif terjangkau dibandingkan ikan laut, sehingga cocok dijadikan menu harian keluarga.
Hidangan ini biasanya disajikan panas-panas bersama nasi putih dan sambal. Kuahnya yang bening juga bisa ditambahkan potongan tomat atau daun kemangi sesuai selera.