Polresta Jambi mengamankan delapan remaja yang diduga terlibat tawuran di depan WTC Batanghari, Kota Jambi, yang menewaskan seorang warga Kabupaten Tanjab Barat berinisial MD (16). Bentrokan ini dipicu oleh ajakan tawuran yang beredar luas di media sosial sebelum kedua kelompok bertemu di lokasi. Para tersangka yang masih berusia di bawah umur itu kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing.
JAMBI — Ajakan tawuran yang disebar melalui media sosial berujung pada bentrokan antar kelompok remaja di depan WTC Batanghari, Kota Jambi. Insiden tersebut menewaskan MD (16), seorang pelajar asal Kabupaten Tanjab Barat, dan kini polisi menahan delapan remaja yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan itu.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan bahwa peristiwa berdarah itu bermula dari unggahan provokasi di platform digital. "Memang ada ajakan untuk tawuran melalui media sosial. Lokasinya di depan WTC Batanghari, Kota Jambi. Akibat kejadian tersebut, satu orang remaja berinisial MD, berusia 16 tahun, meninggal dunia," ujarnya.
Usia Pelaku Masih di Bawah Umur
Penyidik Satreskrim Polresta Jambi bergerak cepat setelah kejadian dan berhasil mengamankan sejumlah remaja yang diduga kuat terlibat. Mereka adalah AG (18), RS (18), JR (17), JB (16), CP (15), KT (17), MT (15), dan IL (15).
Fakta yang memprihatinkan, mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar dan belum genap berusia 17 tahun. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing, mulai dari otak ajakan hingga eksekutor di lapangan.
Polisi Dalami Alur Komunikasi Digital
Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa penanganan perkara ini sepenuhnya dilakukan oleh Satreskrim Polresta Jambi. Proses penyidikan masih terus berjalan, tidak hanya berfokus pada aksi fisik di lokasi, tetapi juga menelusuri jejak digital yang menjadi pemicu awal bentrokan.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pihak lain yang turut mendalangi aksi tawuran tersebut. "Proses penyidikan masih berjalan guna mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian, termasuk keterlibatan masing-masing pihak," tegas Erlan Munaji.