JAMBI — Lonjakan IHSG tersebut sejalan dengan penguatan indeks LQ45 yang naik 5,12 poin atau 0,82% ke posisi 632,28. Kelompok 45 saham unggulan ini turut mendorong sentimen positif di pasar modal dalam negeri.
Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, menilai pergerakan ini bukan sekadar technical rebound. Optimisme pelaku pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah menjadi katalis utama.
"Sentimen positif disebabkan oleh optimisme terhadap RAPBN 2027," ujar Reza kepada Disway, Selasa (18/8/2026).
Pidato Kenegaraan Jadi Pemicu Ekspektasi Perbaikan Ekonomi
Reza menambahkan, pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 berhasil meningkatkan ekspektasi publik terhadap perbaikan ekonomi domestik. Pasar merespons positif sinyal kebijakan yang disampaikan kepala negara.
"Ekspektasi perbaikan ekonomi domestik meningkat setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto," jelasnya.
Sentimen Teknikal: Golden Cross dan Penembusan MA5
Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan kekuatan yang solid. Candle terakhir indeks ditutup membentuk pola bullish dan berhasil menembus rata-rata pergerakan jangka pendek (MA5). Indikator MACD juga mengonfirmasi sinyal golden cross, menandakan momentum penguatan masih terbuka.
Untuk perdagangan Selasa (18/8), Reza memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan menguat. Rentang pergerakan diperkirakan berada di area support 6.324 dan resistance 6.463.
Empat Saham Pilihan untuk Dicermati Investor
Menarik memantau pergerakan indeks, analis juga merekomendasikan sejumlah saham potensial yang dinilai memiliki peluang penguatan. Berikut daftarnya:
- Saham perbankan besar yang diuntungkan oleh optimisme pertumbuhan kredit seiring perbaikan ekonomi.
- Saham sektor konsumer yang diproyeksikan terdorong oleh daya beli masyarakat yang membaik.
- Saham energi yang masih diuntungkan oleh pergerakan harga komoditas global.
- Saham konstruksi dan infrastruktur yang sensitif terhadap realisasi belanja pemerintah dalam RAPBN.
Investasi mengandung risiko. Keputusan pembelian saham sepenuhnya berada di tangan investor berdasarkan analisis masing-masing.