Pencarian

Mensesneg: Tujuh Menteri dan Wamen Bertugas di NTT saat Upacara HUT ke-81, Fokus Penanganan Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 • 10:40:31 WIB
Mensesneg: Tujuh Menteri dan Wamen Bertugas di NTT saat Upacara HUT ke-81, Fokus Penanganan Gempa
Tujuh menteri dan wakil menteri ditugaskan di NTT saat upacara HUT ke-81 untuk fokus pada penanganan gempa.

JAMBI — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini tidak hanya berpusat di Jakarta. Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih sengaja diterjunkan ke daerah-daerah yang tengah dilanda bencana, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

"Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Bapak Mendagri, kemudian Menteri PU, kemudian Wakil Menteri Kesehatan, dan juga Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di Nusa Tenggara Timur," kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).

Fokus Ganda: Peringatan Kemerdekaan dan Tanggap Darurat

Keberadaan para pejabat tinggi negara di NTT merupakan instruksi langsung untuk memastikan tidak ada celah dalam penanganan dampak gempa. Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin perayaan kemerdekaan mengalihkan perhatian dari penderitaan warga yang terdampak bencana.

"Di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Selain NTT, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga ditugaskan memimpin upacara peringatan detik-detik proklamasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penugasan ini menunjukkan pola pemerataan representasi pemerintah pusat di berbagai titik Indonesia.

Antusiasme Publik Melonjak, Kursi Istana Ditambah 3.400

Di sisi lain, animo masyarakat untuk menghadiri upacara di Istana Merdeka tahun ini mengalami lonjakan signifikan. Pemerintah awalnya menyiapkan sekitar 8.100 kursi bagi masyarakat umum yang berhasil mendapatkan war ticket.

Namun, tingginya permintaan memaksa panitia menambah dua blok kursi tambahan. Masing-masing blok berkapasitas 1.700 kursi untuk upacara pagi dan 1.700 kursi untuk prosesi penurunan bendera pada sore hari.

"Di sana ada tenda, ada layar lebar untuk bisa mengikuti semua prosesi yang ada di dalam halaman Istana," jelas Prasetyo merujuk pada fasilitas bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket.

Pemerintah Siapkan Layar Lebar di Luar Istana

Bagi warga yang gagal mendapatkan tiket namun tetap ingin merasakan atmosfer upacara, pemerintah menyiapkan tenda beserta layar lebar di sepanjang Jalan Medan Merdeka Utara. Fasilitas ini memungkinkan publik tetap menyaksikan rangkaian acara secara langsung dari luar pagar Istana.

Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah mendaftar namun belum kebagian kursi. Ia menilai antusiasme yang tinggi tersebut merupakan cerminan semangat kebangsaan yang patut disyukuri.

"Mari semua kita bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk menjadikan Indonesia berdaulat, Indonesia yang benar-benar adil, Indonesia yang makmur untuk semuanya," pungkasnya.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks