KOTA JAMBI — Tahap akhir sesi interaktif LKLB bagi guru madrasah ini menghadirkan dua pembicara yang mengupas kompetensi komparatif dan kolaboratif. Fokus utama diskusi penutup adalah penguatan pemahaman tentang Kekristenan serta strategi membangun kerja sama lintas iman di lingkungan pendidikan.
Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, M.A., yang menjabat Wakil Asia dalam Presidium Dewan Gereja-Gereja Sedunia, memaparkan materi Kompetensi Komparatif Kekristenan. Peserta diajak menelaah warisan teologis, sejarah, dan etika umat Kristen yang memengaruhi peradaban dunia.
Pemaparan objektif tersebut dinilai penting bagi pendidik madrasah untuk memahami tradisi keagamaan lain secara utuh. Hal ini sekaligus menjadi upaya mengikis sekat kekhawatiran dalam interaksi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Panduan Praktis Kolaborasi Lintas Iman
Materi Kompetensi Kolaboratif kemudian dibawakan oleh Budi Setiamarga, Ph.D., Program Advisor Institut Leimena. Sesi ini menjawab tantangan bagaimana kolaborasi konkret dapat terjalin di antara kelompok masyarakat dengan keyakinan berbeda.
Budi Setiamarga menekankan bahwa kunci utama kolaborasi lintas iman terletak pada kemampuan bekerja sama untuk kebaikan bersama tanpa mengorbankan identitas dan akidah masing-masing. Para pendidik dibekali panduan praktis untuk merancang ruang kerja sama yang inklusif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Empat Hari Belajar Mandiri, Enam Modul Wajib Tuntas
Berakhirnya sesi sinkronus pada Rabu tidak menandai usainya pelatihan. Mulai Kamis (13/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026), seluruh peserta memasuki tahap asinkronus atau pembelajaran mandiri terarah melalui tautan resmi belajar.lklb.org.
Selama empat hari tersebut, Wahid Kurniawan dan peserta lain diwajibkan menuntaskan serta mengunduh pemahaman dari enam modul pelatihan yang telah disiapkan tim penyusun LKLB. Setelah dinyatakan lulus sertifikasi internasional, wawasan yang diperoleh diharapkan berdampak positif bagi iklim kebangsaan di lingkungan madrasah.
Pihak MTsN 2 Kota Jambi memberikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan selama proses pelatihan berlangsung.