Pencarian

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Nagekeo, 37 Gempa Susulan Masih Menggetarkan NTT hingga Magnitudo 6,2

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 09:13:01 WIB
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Nagekeo, 37 Gempa Susulan Masih Menggetarkan NTT hingga Magnitudo 6,2
BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami Nagekeo pada pukul 07.30 WIB setelah permukaan air laut terpantau normal.

JAMBI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan status peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB, atau 2 jam 31 menit setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyatakan pengakhiran ini didasari hasil observasi tide gauge yang menunjukkan permukaan air laut telah kembali normal.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi tinggi muka air laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. Maka, peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB," terang Nelly dalam konferensi pers, Sabtu (15/8/2026).

Rentetan Aftershock dan Wilayah Terdampak Guncangan Terkeras

Meski ancaman tsunami telah dicabut, BMKG mencatat eskalasi kegempaan susulan masih berlangsung. Hingga pukul 07.07 WIB, instrumen monitoring menangkap 37 aktivitas aftershock dengan rentang magnitudo 3,6 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Guncangan gempa utama dirasakan sangat kuat di sejumlah kabupaten. Berdasarkan pemutakhiran shakemap, intensitas VII MMI—yang berarti kerusakan ringan terjadi pada bangunan konstruksi baik—tercatat di Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), dan Kota Ende. Sementara itu, intensitas VI MMI yang membuat warga berhamburan keluar rumah terjadi di Boawae (Nagekeo) dan Kota Bajawa.

Kronologi Cepat Penerbitan Peringatan Dini

BMKG bergerak cepat dalam merilis peringatan dini pertama. Gempa bumi utama terjadi pada pukul 04.58.23 WIB, dan peringatan dini level 1 langsung diterbitkan 2 menit 16 detik kemudian, tepatnya pukul 05.00.39 WIB. Nelly memaparkan, pembaruan informasi terus dilakukan seiring masuknya data parameter gempa terbaru dan hasil observasi muka air laut.

"Peringatan dini 1 telah diterbitkan pada pukul 05.00.39 WIB atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi," kata Nelly. Peringatan dini kedua menyusul pada pukul 05.09.56 WIB. Total, BMKG menerbitkan empat kali pembaruan peringatan dini level 3 sebelum akhirnya menurunkan status menjadi level 4 yang menandakan situasi aman.

Imbauan Resmi dan Sumber Informasi Terverifikasi

Nelly mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga yang rumahnya mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan menjauhi bangunan tersebut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi, dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," ujarnya.

BMKG menegaskan akan terus memonitor aktivitas gempa susulan dan fluktuasi muka air laut. Seluruh informasi resmi terkait kebencanaan hanya disebarluaskan melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di lapangan.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks