Pencarian

Stok Beras Muaro Jambi 38 Ribu Ton Dipastikan Aman hingga Akhir 2026, Warga Diimbau Tak Panic Buying

Kamis, 13 Agustus 2026 • 19:19:31 WIB
Stok Beras Muaro Jambi 38 Ribu Ton Dipastikan Aman hingga Akhir 2026, Warga Diimbau Tak Panic Buying
Stok beras di Muaro Jambi tercatat 38 ribu ton, dipastikan aman hingga akhir 2026.

MUARO JAMBI — Dinas Ketahanan Pangan mencatat cadangan beras di kabupaten ini mencapai 38 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama lebih dari setahun. Angka itu dihitung dari rata-rata konsumsi bulanan masyarakat yang berada di kisaran 3.000 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muaro Jambi, Ardanus, mengatakan pasokan tersebut ditopang oleh tiga sumber utama. Pertama, hasil panen petani pada Maret lalu. Kedua, stok yang tersimpan di 148 kios pangan yang tersebar di seluruh kecamatan. Ketiga, cadangan pangan pemerintah daerah yang berada di gudang Bulog Jambi.

“Stok beras kita sampai saat ini masih aman. Ada cadangan dari hasil panen petani pada Maret lalu, kemudian stok yang tersedia di 148 kios pangan, serta cadangan pangan pemerintah daerah yang berada di Bulog Jambi,” katanya.

Warga Diminta Tak Menimbun Beras

Meski pasokan berlimpah, pemerintah tetap mengingatkan warga agar tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan. Kekhawatiran akan kelangkaan justru berpotensi memicu gejolak harga di pasar apabila banyak warga yang panic buying.

Ardanus menegaskan, timnya terus memantau ketersediaan dan distribusi beras di lapangan. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan operasi pasar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tidak membeli beras secara berlebihan. Pasokan masih cukup dan pemerintah terus memantau ketersediaannya di lapangan,” tandasnya.

Ancaman Kekeringan dan Sawah Tadah Hujan

Kekhawatiran akan kelangkaan beras muncul setelah sejumlah wilayah di Muaro Jambi dilanda musim kemarau berkepanjangan. Lahan padi sawah tadah hujan menjadi yang paling terdampak karena sangat bergantung pada curah hujan untuk pengairan.

Kondisi ini membuat sebagian petani terancam gagal panen. Namun, pemerintah memastikan dampak kekeringan tersebut tidak akan mengganggu pasokan beras secara keseluruhan karena cadangan yang ada masih sangat besar.

Dengan stok yang mencapai 38 ribu ton, Muaro Jambi bahkan memiliki ruang untuk memasok kebutuhan daerah tetangga apabila terjadi darurat pangan. Pemerintah kabupaten juga menyiapkan langkah antisipasi berupa percepatan distribusi ke pasar-pasar tradisional jika harga mulai merangkak naik.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks