JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris menyatakan pihaknya akan memantau perkembangan kualitas udara selama beberapa hari ke depan sebelum memutuskan kebijakan lebih lanjut. Jika kondisi tidak membaik, pemerintah akan menerbitkan edaran resmi kepada masyarakat untuk mulai menggunakan masker.
"Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat," kata Al Haris, Rabu (12/8/2026).
Ambang Batas Tidak Sehat di Muaro Jambi
Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet pada Rabu (12/8/2026) pukul 08.23 WIB, konsentrasi partikel halus PM2,5 di Kota Jambi berada di angka 82 atau masuk kategori sedang. Kondisi lebih buruk terjadi di Kabupaten Muaro Jambi yang mencatatkan angka 135, atau berstatus tidak sehat.
Angka tersebut menjadi dasar kekhawatiran pemerintah daerah terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak usia dini yang sistem pernapasannya lebih sensitif terhadap polusi udara.
Luas Lahan Terbakar Capai 300 Hektare, Angka Masih Akan Bertambah
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengungkapkan luas lahan yang terbakar saat ini mencapai 300,12 hektare. Namun angka tersebut dinilai belum final karena sejumlah titik di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih dalam proses penanganan dan belum bisa dihitung secara pasti.
"Kalau sudah dilakukan pendinginan baru bisa. Tapi angkanya itu di atas 300 hektare lebih, karena Muaro Jambi belum masuk. Muaro Jambi diperkirakan di atas 50 hektare," jelas Bachyuni.
Faktor Angin dan Titik Api dari Sumatera Selatan
Kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Jambi tidak hanya berasal dari karhutla di wilayah sendiri. Pergerakan angin dari arah tenggara ke utara turut membawa asap dari kebakaran lahan di Desa Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
"Faktor arah angin juga bisa, dari tenggara ke utara. Di Medak (Sumsel) juga terbakar. Hanya saja kita tidak bisa menjustifikasi kalau asap itu, kita melihat arah anginnya dulu," ujarnya.
Pemprov Jambi berjanji akan terus memperbarui informasi perkembangan kualitas udara dan kebijakan terkait aktivitas sekolah kepada publik. Keputusan meliburkan siswa PAUD akan diambil berdasarkan data terbaru ISPU dalam beberapa hari ke depan.