JAMBI — Perumda Tirta Mayang Kota Jambi mengerahkan mobil tangki untuk mengirim air bersih gratis kepada pelanggan yang alirannya berhenti lebih dari 1 x 24 jam. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga pelayanan di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan kekeruhan air baku Sungai Batanghari.
Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan penyesuaian operasional terpaksa dilakukan untuk menjaga kualitas air yang diproduksi. Dampaknya, sejumlah wilayah pelayanan mengalami penurunan tekanan air, air keruh, hingga penghentian sementara pengaliran.
"Kami memahami kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan," kata Arianto di Jambi, Rabu.
Prioritas Layanan untuk Enam Kecamatan Terdampak
Layanan mobil tangki tidak menyasar seluruh pelanggan secara bersamaan. Perumda Tirta Mayang memprioritaskan kawasan yang paling terdampak, terutama wilayah pelayanan IPA Tanjung Sari dan IPA Broni 2.
Wilayah tersebut mencakup sejumlah kelurahan di Kecamatan Palmerah, Jambi Selatan, Jambi Timur, Jelutung, dan Kota Baru. Pelanggan yang membutuhkan dapat menghubungi nomor layanan mobil tangki di 0821-2121-9894 atau WhatsApp 0821-2121-9692 untuk menyampaikan pengaduan air keruh maupun air tidak mengalir.
Tim Kesiapsiagaan Dibentuk untuk Pantau Debit Air Baku
Untuk memastikan penanganan berjalan cepat, Tirta Mayang membentuk Tim Kesiapsiagaan dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Kering. Tim ini bertugas memantau kondisi air baku, menjaga distribusi, merespons pengaduan, serta memastikan operasional IPA dan intake berjalan normal.
Penurunan debit air Sungai Batanghari yang disertai peningkatan kekeruhan menjadi pemicu utama gangguan ini. Kondisi tersebut mempengaruhi proses pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) sehingga produksi air bersih berkurang.
Arianto mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar pelayanan tetap optimal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menyiapkan persediaan air selama musim kemarau berlangsung.