MERANGIN — Warga Kabupaten Merangin kini tidak perlu kebingungan mencari nomor petugas saat api mulai berkobar atau menghadapi situasi darurat lainnya. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Merangin resmi mengoperasikan "Si Brama", sebuah sistem panggilan darurat yang terhubung otomatis ke admin dan Satuan Tugas (Satgas) yang sedang piket.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Merangin, Defi Martika, menyampaikan bahwa layanan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan komunikasi darurat yang lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. "Layanan Si Brama hadir melalui kanal WhatsApp di nomor 0896-2425-5777. Nomor ini melengkapi saluran telepon darurat terdahulu di 0746-21113," ujarnya saat acara car free day, Minggu (09/08/2026).
Nomor Darurat yang Perlu Disimpan Warga
Masyarakat diimbau untuk menyimpan nomor 08962425777 sejak sekarang, bukan menunggu musibah datang. Sistem panggilan Si Brama dirancang agar laporan dapat segera diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran tanpa perlu melalui proses yang berbelit.
Selain melalui sambungan telepon dan WhatsApp, Damkar Merangin juga menyediakan kanal pengaduan berupa QR Code Si Brama yang tersedia pada media informasi dinas. Dengan begitu, warga memiliki beberapa opsi untuk melaporkan kejadian, baik itu kebakaran, permintaan evakuasi, maupun tindakan penyelamatan (rescue).
Setiap Detik Sangat Berarti dalam Penanganan Kebakaran
Kehadiran Si Brama menjadi bagian dari upaya Damkar Merangin mempercepat respons terhadap laporan masyarakat. Dalam penanganan kebakaran, kecepatan adalah faktor penentu untuk meminimalkan kerugian dan risiko korban jiwa.
Dengan mengusung slogan "Cepat Menolong, Tanggap Melayani, Profesional dan Amanah", Damkar Merangin ingin memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan yang cepat ketika membutuhkan pertolongan. Pesan yang disampaikan pun sederhana: jangan panik saat terjadi kebakaran, segera hubungi Si Brama.
Layanan ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan petugas di lapangan, sehingga potensi bahaya dapat ditangani lebih dini sebelum meluas.