MERANGIN — Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark memastikan 50 pemandu Gunung Masurai telah lulus uji kompetensi dan resmi bersertifikat BNSP. Mereka menjalani asesmen selama dua hari melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hospitality Nasional Indonesia, sebuah lembaga pihak ketiga yang berlisensi resmi dari BNSP untuk bidang pariwisata dan perhotelan.
Ketua Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark, Agus Zainuddin, menyebut langkah ini merupakan komitmen nyata untuk menjamin keamanan aktivitas wisata alam di kawasan geopark. "Kemarin kita mengadakan sertifikasi melalui LSP Hospitality Nasional Indonesia selama dua hari, ada 50 orang yang mengikuti uji kompetensi khusus untuk pemandu keselamatan," kata Agus di Merangin, Sabtu.
Menjawab Tingginya Aktivitas Pendakian Setiap Akhir Pekan
Standardisasi ini bukan tanpa alasan. Agus menjelaskan, tingginya frekuensi pendakian di Gunung Masurai menjadi pemicu utama program sertifikasi. Hampir setiap Minggu, puluhan pendaki dari berbagai daerah datang menaklukkan jalur menuju puncak, sehingga kebutuhan akan pemandu yang kompeten menjadi mendesak.
"Hampir setiap Minggu banyak pendaki yang datang, dari sisi penyiapan keselamatan pendaki, ini kita dukung penuh. Insya-Allah, dengan adanya pemandu yang telah tersertifikasi BNSP ini, kegiatan pendakian di Gunung Masurai menjadi jauh lebih aman dan terjamin," ujar dia.
Jaminan Keselamatan dan Kenyamanan Pendaki
Dengan adanya sertifikat tersebut, wisata pendakian Gunung Masurai semakin siap memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi para wisatawan. Para pemandu kini tidak hanya dibekali kemampuan navigasi medan, tetapi juga standar prosedur keselamatan yang diakui secara nasional.
Ke depan, para pemandu bersertifikat itu tidak hanya difokuskan di jalur pendakian utama Gunung Masurai. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik rawan di kawasan sekitar, termasuk Sungai Lalang, Desa Tuo, wilayah Danau Pauh, hingga area di bawah kawasan Telaga Biru di Kecamatan Masurai.
Perluasan Area Pengawasan di Kawasan Geopark
Penempatan pemandu di berbagai titik tersebut menunjukkan bahwa pengelola tidak hanya fokus pada jalur puncak, tetapi juga area-area yang kerap menjadi destinasi wisata alam lainnya. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang menjelajahi kawasan geopark secara lebih luas.
Dengan total 50 pemandu yang kini tersertifikasi, pengelola optimistis kualitas layanan pendakian di Gunung Masurai akan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.