JAMBI — Syarif Fasha secara resmi memegang kendali sebagai Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jambi untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan digelar di Ratu Convention Center (RCC), Jambi, dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPP Partai NasDem Saan Mustopa.
Dalam struktur baru ini, posisi Sekretaris dijabat Budimansyah, sementara Edimanto dipercaya sebagai Bendahara. Fasha, yang juga anggota DPR RI, langsung memaparkan arah organisasi ke depan, yang tidak hanya berhenti pada konsolidasi pengurus, tetapi juga menyentuh basis paling bawah partai.
Kepengurusan Hingga Desa Baru 70 Persen
Fasha mengakui bahwa struktur partai saat ini sudah terbentuk hingga tingkat akar rumput. Namun, ia menargetkan cakupan tersebut bisa semakin merata di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
"Untuk tingkat kelurahan/desa sudah terbentuk 70 persen," kata Fasha dalam pernyataannya usai pelantikan.
Sisa 30 persen wilayah yang belum memiliki struktur inilah yang menjadi fokus utama konsolidasi. Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi mesin politik sebelum kontestasi Pemilu 2029 bergulir.
Modal 49 Kursi dari Pemilu 2024
Selain konsolidasi, Fasha menyoroti capaian partainya pada Pemilu 2024 sebagai modal berharga. Ia mencatat adanya lonjakan signifikan perolehan kursi legislatif dibandingkan periode sebelumnya.
"Pada Pemilu 2024, NasDem berhasil meningkatkan perolehan kursi legislatif. Pada periode sebelumnya NasDem hanya punya 23 kursi, sekarang sudah mencapai 49 kursi," ungkapnya.
Perolehan kursi tersebut tersebar di berbagai tingkatan. Di tingkat DPRD Provinsi Jambi, kursi NasDem meningkat dari dua menjadi lima kursi. Sementara di DPRD Kota Jambi, jumlahnya bertambah dari lima menjadi enam kursi.
Angka 49 itu juga mencakup satu kursi DPR RI yang saat ini diduduki Fasha. Dengan modal ini, ia menegaskan bahwa target untuk Pemilu 2029 bukan sekadar mempertahankan, melainkan memperluas pengaruh partai di setiap daerah pemilihan.
Strategi Mempertahankan Tren Kenaikan Suara
Fasha menilai tren kenaikan kursi dari 23 menjadi 49 adalah indikator kepercayaan publik yang harus dijawab dengan kerja struktural. Ia menekankan bahwa keberadaan pengurus hingga tingkat RT/RW akan menentukan efektivitas partai dalam menyerap aspirasi warga.
Dengan struktur yang lebih rapat, ia berharap program partai bisa bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi cara untuk mengunci basis pemilih sebelum mesin kampanye Pemilu 2029 mulai bekerja maksimal.