JAMBI — Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan Sunan Drajat, kawasan Purnama, Kecamatan Kota Baru, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, tidak hanya menyisakan tabrakan antara mobil dan sepeda motor. Insiden itu justru memunculkan dugaan aktivitas pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di tengah kota.
Warga yang mendatangi lokasi setelah mendengar suara benturan keras justru terkejut dengan isi mobil Isuzu Panther yang terlibat kecelakaan. Di dalam kendaraan tersebut ditemukan tiga jeriken berisi solar dan sebuah alat sedot atau pompa.
Dugaan Pengambilan Solar dari Lokasi Bekas Kebakaran
Keterangan yang beredar di lokasi kejadian, pengemudi Isuzu Panther sempat mengaku bahwa solar tersebut diambil dari sebuah gudang di belakang kawasan BPK Jambi. Pengakuan ini langsung menjadi perhatian warga karena lokasi yang dimaksud sebelumnya sempat mengalami kebakaran hebat.
Warga pun mempertanyakan apakah aktivitas pengangkutan BBM dari lokasi tersebut masih berlangsung atau tidak setelah peristiwa kebakaran itu. Namun, informasi mengenai asal-usul solar, kepemilikan pompa, hingga dugaan pengangkutan BBM ilegal masih sebatas keterangan warga dan belum bisa dipastikan kebenarannya.
"Tadi sempat adu mulut dengan warga, tapi mereka memaksa. Yang bawa sopir itu, badannya tegap," ujar seorang saksi di lokasi kejadian.
Sopir Dibawa Paksa, Pengendara Motor Dilarikan ke Rumah Sakit
Situasi di lokasi kecelakaan sempat memanas. Beberapa orang yang datang kemudian membawa paksa pengemudi Isuzu Panther meninggalkan lokasi, meskipun sempat terjadi adu mulut dengan warga yang berusaha menahannya.
Sementara itu, pengendara sepeda motor Honda CB yang terlibat kecelakaan diketahui telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi kecelakaan maupun dugaan pengangkutan BBM ilegal tersebut.
Petugas terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kecelakaan, kondisi kedua kendaraan, serta menelusuri kebenaran dugaan aktivitas pengangkutan solar yang mencurigakan ini.