JAMBI — Puluhan siswa MI Darul Arifin diajak belajar langsung cara aman di jalan dalam kegiatan bertajuk "Ayo Selamat di Jalan". Mulai dari simulasi menyeberang zebra cross, posisi bonceng yang benar, hingga pengenalan rambu lalu lintas, semua dipraktikkan secara interaktif di lingkungan sekolah.
Metode Praktik Langsung agar Mudah Diingat
Instruktur Safety Riding Honda Sinsen, Agung Sanjaya, mengatakan materi dirancang sesuai usia anak-anak. Mereka tak hanya diberi teori, tetapi juga diajak bermain peran dan kuis berhadiah.
"Kami ajak anak-anak belajar melalui praktik langsung, seperti cara menyeberang jalan yang benar, mengenal rambu-rambu lalu lintas, hingga posisi membonceng yang aman," ujar Agung. "Harapannya, ilmu sederhana ini bisa jadi bekal mereka lebih peduli keselamatan diri dan orang lain di jalan."
Perwakilan Ditlantas Polda Jambi turut memberi pemahaman soal fungsi lampu lalu lintas dan pentingnya mematuhi aturan. Edukasi ini dianggap krusial karena anak-anak kerap menjadi penumpang sepeda motor tanpa perlindungan maksimal.
20 Helm untuk Generasi Peduli #Cari_Aman
Puncak kegiatan, 20 helm anak ukuran khusus diserahkan kepada siswa. Helm itu dirancang ringan, nyaman, dan bergambar menarik agar anak terbiasa memakainya saat dibonceng.
Assistant Manager Marketing Communication PT Sinar Sentosa Primatama, Frank Setia, menegaskan kegiatan ini wujud komitmen Honda lewat program Sinergi Bagi Negeri. "Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Honda ingin terus hadir memberikan edukasi bermanfaat bagi masyarakat, termasuk menanamkan budaya keselamatan pada anak-anak sejak dini," kata Frank.
Ia berharap nilai #Cari_Aman bisa tumbuh bersama mereka dan menjadi kebiasaan sehari-hari. "Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan, tapi momentum membangun generasi yang peduli keselamatan," tambahnya.
Keceriaan siswa memuncak saat sesi kuis interaktif dan pembagian souvenir. Dengan edukasi berkelanjutan, Honda Sinsen bertekad membudayakan keselamatan berlalu lintas di Jambi sejak usia dini.