TANJUNG JABUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama jajaran Forkopimda, TNI-Polri, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan resmi mendeklarasikan penolakan terhadap segala aktivitas geng motor di wilayah tersebut. Deklarasi ini ditandatangani langsung oleh Bupati Anwar Sadat bersama Kapolres, Dandim 0419/Tanjab, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Ketua MUI, serta perwakilan pondok pesantren dan Bapas Kelas II di Ruang Rekonfu Mapolres, Rabu (15/7).
Rapat koordinasi lintas sektoral yang digagas Polres Tanjab Barat ini menjadi tindak lanjut arahan Kapolda Jambi untuk membubarkan dan menolak segala aktivitas berandalan bermotor. Bupati Anwar Sadat menyebut fenomena ini sudah melampaui batas pelanggaran lalu lintas biasa.
Bukan Sekadar Kenakalan Remaja, Sudah Mengarah ke Kriminal
"Fenomena geng motor bukan lagi sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi telah mengarah pada tindakan kriminal yang mengancam keselamatan jiwa, merusak fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah," tegas Bupati dalam sambutannya, Rabu (15/7).
Menurut Anwar Sadat, sebagian besar pelaku maupun korban dari aksi berandalan motor adalah generasi muda. Ia menegaskan Pemkab Tanjab Barat tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi aktivitas geng motor maupun premanisme jalanan.
Empat Sektor Disasar: Sekolah, Ormas Pemuda, Satpol PP, dan Orang Tua
Bupati meminta Dinas Pendidikan bersama kepala sekolah dan pengelola pondok pesantren meningkatkan pengawasan serta pembinaan karakter peserta didik. Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Badan Kesbangpol, serta organisasi kepemudaan didorong menghadirkan lebih banyak ruang kegiatan positif dan produktif bagi anak muda.
Satpol PP diminta memperkuat patroli di titik-titik rawan dengan berkoordinasi bersama TNI-Polri. Di sisi lain, Bupati mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak di luar rumah sebagai langkah pencegahan dini.
Penandatanganan Bukan Sekadar Seremonial
Bupati Anwar Sadat menekankan bahwa komitmen bersama ini bukan acara seremonial belaka, melainkan wujud kesungguhan seluruh pihak untuk mengambil langkah nyata menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengedepankan pendekatan edukatif dan pembinaan dengan melibatkan tenaga kesehatan, psikolog, hingga tokoh agama.
"Penanganan persoalan ini tidak bisa dibebankan semata kepada aparat penegak hukum, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan," ujar Anwar Sadat.
Deklarasi ini turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol, para kepala SMA, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan insan pers. Seluruh pihak yang hadir sepakat untuk menolak segala bentuk aktivitas berandalan bermotor di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.