Pencarian

6 Oleh-Oleh Khas Jambi yang Pasti Disukai, dari Kue Tradisional hingga Ikan Salai

Rabu, 15 Juli 2026 • 14:50:31 WIB
6 Oleh-Oleh Khas Jambi yang Pasti Disukai, dari Kue Tradisional hingga Ikan Salai
Kue Tepung Pelita, kue basah tradisional Melayu Jambi, dikukus dalam cetakan daun pisang dan memiliki tekstur lembut.

Berkunjung ke Jambi rasanya belum afdal kalau pulang tanpa membawa sesuatu yang khas. Bukan cuma soal oleh-oleh untuk keluarga di rumah, tapi juga cara merasakan kembali kenangan perjalanan. Di pasar-pasar tradisional hingga pusat oleh-oleh di kawasan Simpang Pulai atau Pasar Angso Duo, Anda akan menemukan beragam pilihan. Tapi dari sekian banyak, ada enam yang paling dicari dan jarang mengecewakan.

1. Kue Tepung Pelita: Lembut, Gurih, dan Wajib Dingin Dulu

Ini bukan kue kering. Tepung pelita adalah kue basah tradisional Melayu Jambi yang teksturnya mirip pudung, tapi lebih lembut. Terbuat dari tepung sagu, santan, dan garam, lalu dikukus dalam cetakan daun pisang. Rasanya gurih, sedikit asin, dan sangat ringan di mulut.

Tips penting: jangan pernah membeli tepung pelita yang masih panas atau hangat. Kue ini harus benar-benar dingin agar set dan tidak mudah hancur saat dibawa. Cari penjual yang menyimpannya dalam wadah tertutup rapat. Di Pasar Angso Duo, banyak penjual yang sudah menyediakan kemasan khusus untuk dibawa bepergian.

2. Kue Macal: Camilan Legendaris yang Makin Langka

Bentuknya mirip kue putri salju, tapi rasanya beda. Macal adalah kue kering khas Jambi yang terbuat dari tepung terigu, gula halus, dan margarin, dengan taburan gula di permukaannya. Teksturnya renyah dan lumer di mulut. Uniknya, kue ini mulai jarang ditemukan di toko oleh-oleh besar. Anda lebih mudah menemukannya di toko kue rumahan di sekitar kawasan Jelutung atau Thehok.

Karena makin langka, macal jadi oleh-oleh yang terasa spesial. Harganya bervariasi tergantung ukuran kemasan. Saran saya, belilah dari perajin yang sudah dikenal—biasanya mereka menjual dalam toples plastik tanpa merek. Itu justru tanda keaslian.

3. Ikan Salai: Oleh-Oleh Tahan Lama yang Paling Dicari

Ikan salai alias ikan asap adalah primadona oleh-oleh Jambi. Proses pengasapan dengan kayu khas memberi aroma dan rasa yang tidak bisa ditiru ikan kering biasa. Jenis yang paling populer adalah ikan patin salai dan baung salai. Ikan salai bisa bertahan berminggu-minggu tanpa kulkas, asal disimpan di tempat kering dan berventilasi.

Pilih ikan salai yang warnanya cokelat keemasan, bukan hitam pekat. Aroma asap harus terasa kuat, tapi tidak tengik. Di sepanjang jalan lintas Sumatera, tepatnya di daerah Muaro Jambi, banyak penjual yang menjual ikan salai langsung dari rumah produksinya. Anda bisa minta dikemas vakum untuk perjalanan jauh.

4. Kerupuk Kemplang: Renyah, Pedas, dan Bikin Nagih

Kerupuk kemplang Jambi beda dengan kerupuk Palembang. Teksturnya lebih tebal dan padat, dengan rasa ikan yang lebih dominan. Biasanya terbuat dari ikan tenggiri atau ikan gabus. Ada dua varian: digoreng langsung atau dipanggang dulu sebelum digoreng. Yang dipanggang teksturnya lebih keras dan tahan lama.

Kerupuk kemplang paling enak dimakan dengan sambal cuka atau sambal nanas khas Jambi. Banyak toko oleh-oleh di kawasan Pasar Baru atau Simpang Rimbo yang menjualnya dalam kemasan kiloan. Kalau Anda suka pedas, cari yang sudah dibumbui cabai bubuk—rasanya nendang.

5. Kue Akar Kelapa: Renyah Berlapis, Bukan Akar Sungguhan

Jangan terkecoh dengan namanya. Akar kelapa adalah kue kering berbentuk kecil-kecil mirip akar, terbuat dari parutan kelapa yang disangrai lalu dicampur tepung dan gula. Proses pembuatannya rumit karena adonan harus dipilin satu per satu. Hasilnya, kue ini renyah di luar, sedikit keras, dan gurih.

Kue akar kelapa jarang dijual di supermarket besar. Anda harus mencarinya di toko kue tradisional atau pasar mingguan. Di Jambi, kue ini sering muncul saat hari raya, tapi beberapa perajin di kawasan Kenali Besar memproduksinya setiap hari. Cocok untuk oleh-oleh yang tidak mudah hancur.

6. Dodol Jambi: Manis, Kenyal, dan Banyak Varian

Dodol Jambi berbeda dengan dodol Betawi atau Garut. Teksturnya lebih padat dan tidak terlalu lengket, dengan rasa durian atau nangka yang kuat. Proses memasaknya bisa memakan waktu berjam-jam dengan pengadukan manual. Dodol asli Jambi biasanya dibungkus daun pisang atau plastik kiloan, bukan kemasan kecil bermerek.

Yang paling dicari adalah dodol durian. Aromanya tajam, tapi rasanya legit. Belilah di toko yang jelas memajang dodol buatan sendiri, bukan produk pabrikan. Di pusat oleh-oleh dekat Bandara Sultan Thaha, Anda bisa menemukan dodol dengan berbagai rasa—tapi pastikan tanggal produksinya masih baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa oleh-oleh khas Jambi yang paling tahan lama?
Ikan salai dan kerupuk kemplang. Keduanya bisa bertahan berminggu-minggu tanpa kulkas, asal disimpan di tempat kering dan tidak terkena sinar matahari langsung.

2. Di mana tempat belanja oleh-oleh Jambi yang lengkap?
Pasar Angso Duo di pusat kota Jambi adalah pilihan utama. Ada juga pusat oleh-oleh di kawasan Simpang Pulai dan dekat Bandara Sultan Thaha Syarifuddin.

3. Apakah kue tepung pelita bisa dibawa naik pesawat?
Bisa, asal sudah dingin dan dikemas rapat. Sebaiknya dimasukkan dalam koper bagasi, bukan kabin, karena teksturnya yang lembut rawan hancur.

4. Kapan waktu terbaik membeli ikan salai?
Pagi hari, antara pukul 7-10. Ikan salai biasanya baru selesai diasap pada malam atau subuh, jadi pagi hari adalah waktu paling segar.

5. Apa perbedaan dodol Jambi dan dodol daerah lain?
Dodol Jambi lebih padat, tidak terlalu berminyak, dan rasa buahnya lebih kuat. Dodol Betawi cenderung lebih lembek dan manisnya lebih ringan.

Oleh-oleh bukan sekadar barang. Ia adalah cerita perjalanan yang dibawa pulang. Dari tepung pelita yang lembut hingga ikan salai yang beraroma asap, setiap pilihan punya karakter yang mencerminkan Jambi. Selamat berburu oleh-oleh, dan jangan lupa cicipi sendiri sebelum membeli—rasa yang pas akan membuat Anda ingin kembali.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks