Dalam sosialisasi yang berlangsung hangat tersebut, Hesti Haris memaparkan sejumlah kegiatan konkret yang sudah diinisiasi TP PKK Provinsi. Mulai dari pengajian keluarga dan kelompok majelis taklim, hingga pelatihan khusus pembina sholawat yang menyasar kalangan remaja dan ibu-ibu.
Kolaborasi dengan Sekolah dan Pesantren
TP PKK Provinsi Jambi juga menggandeng sekolah dan pesantren untuk memasukkan nilai-nilai sholawat dalam kegiatan pendidikan non-formal. Selain itu, pemberdayaan kelompok seni religi lokal turut digencarkan untuk memperkuat pelestarian budaya dan tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
“Gerakan ini bukan hanya soal melantunkan sholawat, tetapi juga membangun karakter, menjaga moral, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga,” ujar Hesti Haris dalam sambutannya.
Sambutan Positif dari Tokoh Masyarakat
Sosialisasi ini mendapat respons positif dari tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Mereka menyatakan dukungan untuk menjadikan kegiatan bersholawat sebagai rutinitas rutin di tingkat RT/RW dan lembaga pendidikan di Kota Sungai Penuh.
Hesti Haris mengajak pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk turut mendukung melalui fasilitasi ruang kegiatan, pembinaan, serta pendampingan. Ia menegaskan, sinergi antara TP PKK, pemda, dan ormas penting untuk merancang program keagamaan yang inklusif dan partisipatif.
Bantuan Kursi Roda untuk Warga Kerinci
Usai sosialisasi, Hesti Haris menyerahkan bantuan kursi roda kepada Marlina (60), warga kurang mampu di Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci. Penyerahan bantuan didampingi Wakil Ketua TP PKK Kerinci, Septi Malinda Murison, dan sejumlah anggota PKK lainnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua TP PKK berharap Gerakan Jambi Bersholawat mampu menjadi medium pembentukan karakter positif generasi muda sekaligus memperkokoh kerukunan. Ia menyebut program ini sebagai kontribusi nyata Provinsi Jambi dalam memajukan kehidupan beragama yang moderat dan berbudaya.