MEDAN — Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.,OG, tampil serasi mengenakan busana adat Melayu Jambi hitam dengan balutan emas. Keduanya memimpin kontingen yang sukses menyisihkan puluhan peserta lain dari 98 kota se-Indonesia.
Penghargaan Langsung dari Pemkot Medan
Karnaval bertajuk "The Sparkling of Local Heroes and Culture" ini melintasi rute Jalan Pemuda–Jalan Ahmad Yani (Kawasan Kesawan) hingga Lapangan Merdeka. Kota Jambi dinilai unggul dalam kesesuaian tema, kreativitas, dan ketertiban selama pawai.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Pemerintah Kota Medan kepada lima kota terbaik: Tangerang, Semarang, Bandung, Malang, dan Jambi.
Ajang Memperkenalkan Ciri Khas Daerah
Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyebut kehadiran kontingen Kota Jambi menjadi wujud komitmen pemerintah kota dalam melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi daerah ke tingkat nasional.
"Ini adalah wujud bagaimana kita bisa menunjukkan eksistensi budaya kita di tingkat Nasional, dimana seluruh delegasi dari seluruh Kota di Indonesia turut tampil dengan menampilkan ciri khas masing-masing," ucap Maulana.
Pelajar SMP Jadi Andalan Kontingen
Keberhasilan ini disebut berkat kerja sama seluruh pihak, termasuk anak-anak muda Kota Jambi yang telah berlatih keras. Wali kota mengungkapkan bahwa kontingen juga diisi oleh siswa jenjang SMP yang sebelumnya menjuarai berbagai festival, termasuk Festival Angso Duo.
"Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kota Jambi bersama rombongan, beserta adik-adik jenjang SMP yang telah berhasil memenangkan lomba di berbagai festival, termasuk Festival Angso Duo tampil pada Rakernas APEKSI 2026 di Kota Medan, serta berhasil meraih prestasi," ungkap Maulana.
Menurutnya, karya budaya yang ditampilkan bukan sekadar hiburan, melainkan mahakarya yang layak mendapat panggung global. Rangkaian karnaval ini juga memeriahkan Hari Jadi ke-436 Kota Medan.