Pencarian

Rupiah Sentuh Rp17.907 per Dolar AS, Pelemahan Terdalam dalam Sebulan Terakhir akibat Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran

Selasa, 30 Juni 2026 • 20:29:01 WIB
Rupiah Sentuh Rp17.907 per Dolar AS, Pelemahan Terdalam dalam Sebulan Terakhir akibat Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Rupiah melemah ke Rp17.907 per dolar AS akibat ketidakpastian negosiasi AS-Iran.

JAKARTA — Tekanan terhadap rupiah kian berat seiring ketidakpastian yang masih menyelimuti negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai kegagalan kedua pihak mencapai kesepakatan telah mengganggu stabilitas pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.

Gagal Bertemu, Gencatan Senjata Terhenti

Pasar keuangan global saat ini tengah mencermati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Qatar. Situasi semakin runyam setelah serangan rudal dari kedua belah pihak akhir pekan lalu membuat gencatan senjata tak kunjung berlanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tidak akan ada pertemuan negosiasi di tingkat manapun dengan pihak Amerika dalam beberapa hari mendatang. “Ketidakpastian mengenai apakah kedua pihak akan bertemu menyoroti kerapuhan kesepakatan 17 Juni untuk menghentikan pertempuran yang telah mengganggu aliran minyak global melalui Selat Hormuz,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

The Hawkish The Fed, Rupiah Makin Tertekan

Sentimen eksternal lainnya datang dari sikap bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Keyakinan pasar semakin besar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini setelah menunjukkan sikap hawkish selama pertemuan Juni lalu. Beberapa pembuat kebijakan bahkan telah menyerukan kenaikan suku bunga.

Perhatian pelaku pasar kini beralih ke laporan pasar tenaga kerja AS bulan Juni yang akan dirilis pada Kamis (2/7). Para analis memperkirakan ekonomi AS akan menambah 114 ribu lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,3 persen. Data ini dinilai dapat mempengaruhi ekspektasi terhadap jalur kebijakan The Fed ke depan.

Surplus Perdagangan Menyusut, Ketahanan Eksternal Dipertanyakan

Dari dalam negeri, pasar menunggu data neraca perdagangan di bulan Mei. Surplus perdagangan yang terus menyusut dinilai akan memberikan tekanan tambahan terhadap defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan Indonesia secara kumulatif sampai April hanya 5,64 miliar dolar AS. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode Januari-April 2025 yang masih berada di atas 10 miliar dolar AS. “Kondisi tersebut berpotensi memperlemah ketahanan eksternal dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah jika tidak diimbangi oleh masuknya aliran modal asing,” kata Ibrahim.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.899 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.856 per dolar AS.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks