JAMBI — Pascagempa dahsyat yang berpusat di laut, Pertamina langsung bergerak cepat. Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono, menjelaskan bahwa tim HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) bersama unit keamanan dan teknis segera melakukan patroli serta pengecekan jalur pipa dan area operasional.
"Setelah kondisi dinyatakan cukup aman, tim melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh sarana dan infrastruktur. Hasilnya, fasilitas utama di Integrated Terminal Bitung tidak mengalami kerusakan dan siap melanjutkan distribusi," ujar Arman dalam keterangan resminya.
Prosedur Keselamatan dan Penghentian Sementara di Tahuna
Sebagai bagian dari prosedur keselamatan, seluruh pekerja dan mitra kerja sempat diarahkan menuju titik kumpul. Pertamina juga terus memantau kemungkinan gempa susulan dengan melakukan pengawasan berkala dan berkoordinasi aktif dengan instansi terkait.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami, operasional Fuel Terminal Tahuna untuk sementara dihentikan. Keputusan ini diambil mengikuti arahan pemerintah daerah dan otoritas terkait. Meski demikian, hasil pengecekan menunjukkan fasilitas di lokasi tersebut tetap dalam kondisi aman tanpa kerusakan signifikan. Operasional akan kembali dijalankan setelah dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Fasilitas Lain Beroperasi Normal
Sementara itu, fasilitas lain seperti Integrated Terminal Bitung, Integrated Terminal Gorontalo, dan Aviation Fuel Terminal Sam Ratulangi tetap beroperasi normal. Ketiga lokasi ini telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan aman untuk beroperasi.
Pertamina menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Tujuannya memastikan setiap langkah penanganan sesuai dengan kondisi lapangan. Ketersediaan energi bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.
Empati dan Imbauan untuk Masyarakat
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan rasa empati kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap kondisi segera pulih dan masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dengan mengikuti arahan resmi dari pemerintah.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah setempat.