Mercedes Turunkan Ambisi Otonom Level 3, Fokus ke Level 2++ di S-Class

Penulis: Said Fauzi  •  Kamis, 05 November 2026 | 17:52:00 WIB
Mercedes-Benz beralih dari sistem otonom Level 3 ke Level 2++ pada S-Class facelift.

JAMBI — Mercedes-Benz mencabut kemampuan Level 3 Drive Pilot dari S-Class facelift dan beralih ke sistem Level 2++ dengan hingga 27 sensor. Keputusan diambil setelah pabrikan Jerman menilai sistem otonom yang diluncurkan lebih dari tiga tahun lalu itu terlalu dini untuk kebutuhan pengguna. Level 4 baru diperkirakan hadir setelah 2030.

Mercedes-Benz CTO Jörg Burzer mengungkap alasan di balik perubahan peta jalan otonomi perusahaan dalam sesi media roundtable baru-baru ini. Menurut Burzer, Drive Pilot Level 3 yang pertama kali disetujui beroperasi di Nevada memang menjadikan Mercedes sebagai pabrikan pertama dengan sistem Level 3 di jalanan Amerika Serikat. Namun status pelopor itu tidak otomatis membuat sistemnya berguna di lapangan.

Batas Kecepatan 40 mph Bikin Drive Pilot Kurang Relevan

Drive Pilot versi awal hanya mampu bekerja pada kecepatan sekitar 40 mph, atau setara kecepatan jalan perkotaan. Padahal sistem itu dirancang untuk jalan tol. Alhasil, kegunaan praktisnya sempit meski tetap membantu saat terjebak kemacetan.

Dua tahun berlalu sejak Drive Pilot dipasang di EQS dan S-Class, dan alih-alih memperluas cakupan kecepatan, Mercedes justru mengambil langkah mundur. S-Class facelift yang diluncurkan tahun ini hadir tanpa kemampuan Level 3 sama sekali.

Pengakuan Burzer soal Waktu Peluncuran yang Terlalu Cepat

Burzer tidak menyembunyikan bahwa Mercedes bergerak terlalu cepat. "Terkadang kalau Anda terlalu cepat, Anda melihat bahwa Anda harus mengerjakan apa yang benar-benar diinginkan pelanggan," ujarnya dalam sesi tersebut.

Tantangan utamanya, kata Burzer, ada pada kegunaan sistem. Mercedes lalu menyadari perlunya memperluas ODD atau Operation Design Domain, termasuk menaikkan batas kecepatan kerja dan menyempurnakan set sensor.

"Kami harus membuatnya lebih cepat dari sisi kecepatan, tapi kami juga mengerjakan set sensor, dan kami belajar banyak," kata Burzer. Pengalaman itu kemudian diintegrasikan ke sistem hands-free Level 2++ yang menjadi fokus baru perusahaan.

Level 2++ Tetap Menuntut Pengemudi Waspada

Perpindahan ke Level 2++ membawa konsekuensi tanggung jawab. Pada Level 2, pengemudi wajib tetap memantau jalan dan siap mengambil alih kendali. Ini berbeda dari operasi Level 3 Drive Pilot yang secara legal memungkinkan pengemudi mengetik pesan atau melepas perhatian sepenuhnya dari kemudi saat sistem aktif.

Meski begitu, kemampuan hands-free di jalan tol pada kecepatan tinggi kini jadi standar yang ditawarkan banyak pabrikan. Mercedes menilai posisi kompetitif di segmen ini lebih penting ketimbang mempertahankan Level 3 dengan cakupan terbatas.

Bagian "++" pada Level 2++ menjadi pembeda. Sistem ini dirancang mampu melakukan navigasi otonom point-to-point di jalan kota, dengan pengemudi tetap diminta waspada.

27 Sensor di S-Class dan Rencana Lompat ke Level 4

Untuk mendukung Level 2++, S-Class membawa hingga 27 sensor. "Dengan pengalaman ini, kami pada dasarnya juga memutuskan, ayo ke Level 4," kata Burzer.

Mercedes memilih melompati Level 3 ketimbang menaikkan kemampuannya kembali. Di Level 4, pengemudi nantinya bisa melakukan aktivitas lain sepenuhnya di kursi kemudi.

Namun Burzer memperkirakan Level 4 pada kendaraan Mercedes-Benz masih jauh. Prediksinya, sistem itu baru tersedia setelah 2030, dengan peluncuran bertahap dan mengemudi di perkotaan menjadi fitur terakhir yang aktif penuh.

Bagi pemilik S-Class facelift, artinya fitur otonom yang tersedia saat ini berhenti di level bantuan pengemudi, bukan lepas tangan penuh seperti yang sempat dijanjikan Drive Pilot generasi pertama.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top