JAMBI — Huawei dikabarkan menyiapkan sub-brand baru bernama Osta yang akan dipakai pada kemasan penjualan produk, berdasarkan bocoran dua leaker yang akurat. Sub-brand ini disebut debut dengan dua ponsel sekaligus, Osta O1 dan Osta O1 Pro, dengan desain serta kelas yang berbeda. Nama Osta menggantikan terjemahan harfiah Xingmang atau Starlight yang sebelumnya beredar.
Huawei belum mengeluarkan pengumuman resmi soal sub-brand anyar ini. Informasi yang beredar menyebut Osta akan dipasarkan ke pasar global, berbeda dari lini utama Huawei yang selama ini terbatas di sejumlah wilayah.
Dua pembocor yang dikenal punya rekam jejak cukup akurat menyebut nama Osta bakal tercetak di kemasan penjualan. Artinya, nama tersebut bukan sekadar kode internal atau terjemahan sementara.
Osta disebut langsung meluncur dengan dua model sekaligus. Keduanya membawa pendekatan desain yang saling bertolak belakang.
Osta O1 mengusung layar melengkung di keempat sisi atau quad-curved display. Modul kamera di bagian belakang berbentuk lingkaran besar.
Osta O1 Pro justru memilih layar lebar dengan bezel tipis di semua sisi. Bagian belakangnya memakai modul kamera horizontal, berbeda dari versi reguler.
Rasio layar melebar itu membuat Osta O1 Pro cocok untuk konsumsi video dan membaca dokumen. Format ini juga membedakannya dari kebanyakan ponsel flagship yang memakai rasio 20:9 atau lebih.
Spesifikasi dan harga Osta O1 Pro disebut berada di kelas flagship Huawei. Bocoran ini membalik rumor sebelumnya yang menyebut sub-brand Xingmang akan menyasar kelas menengah dengan chipset Kirin 8-series.
Perubahan positioning tersebut membuat Osta berpotensi bersaing langsung dengan liniMate dan Pura milik Huawei sendiri. Sejauh ini belum ada angka harga maupun tanggal rilis yang bocor.
Sempat muncul pertanyaan apakah Huawei akan menyerahkan seluruh lini ponsel layar lebar ke Osta. Salah satu pembocor menyebut format layar tersebut tetap dipertahankan di lini utama Huawei.
Artinya, kehadiran Osta tidak menghentikan pengembangan ponsel layar lebar Huawei. Keduanya kemungkinan tetap punya produk dengan form factor serupa.
Spesifikasi lengkap Osta O1 maupun O1 Pro belum banyak terungkap. Chipset, kapasitas baterai, konfigurasi kamera, dan harga masih menjadi tanda tanya.
Huawei juga belum memastikan apakah Osta akan masuk ke Indonesia. Selama ini lini Huawei di Tanah Air didominasi perangkat wearable dan audio, sementara ponselnya terbatas karena kendala layanan Google.
Bagi pembeli yang mencari ponsel flagship dengan layar lebar dan rasio tidak biasa, Osta O1 Pro layak dipantau. Namun semua angka di atas masih sebatas bocoran, jadi sebaiknya tunggu pengumuman resmi Huawei sebelum menyiapkan anggaran.