JAMBI — Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris) membuka langsung pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan batik kontemporer menjadi langkah strategis menghadirkan inovasi di dunia batik Jambi, terutama agar semakin diminati generasi muda.
Dari total 28 peserta, enam orang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dua orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan 20 peserta lainnya dari Kota Jambi serta kabupaten lain di Provinsi Jambi.
Hesti menyoroti kecenderungan perajin yang selama ini bertahan pada motif klasik. Padahal, anak-anak dan generasi muda butuh produk batik yang sesuai perkembangan zaman.
"Banyak perajin batik kita selama ini menggunakan motif-motif klasik. Sementara kita berharap generasi muda, terutama anak-anak, tertarik menggunakan batik kita. Karena itu, perlu inovasi dengan menghasilkan batik yang sesuai dengan perkembangan zaman," ujar Hesti.
Pelatihan ini tidak hanya mengejar keterampilan membatik. Hesti menegaskan, keberlangsungan warisan budaya leluhur juga jadi pertimbangan utama agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Harapan paling konkret disampaikan Hesti soal dampak ekonomi. Peningkatan kualitas dan kreativitas produk dinilai bisa memberi nilai tambah, memperluas pasar, dan menaikkan kesejahteraan keluarga perajin.
"Sesungguhnya hari ini kita sedang menyalakan tungku-tungku harapan bagi para perajin. Harapannya, dapur mereka tetap mengepul, hasil karya semakin baik, dan ekonomi keluarga ke depan semakin meningkat," ungkapnya.
Dekranasda sebagai lembaga masyarakat yang didukung para relawan, kata Hesti, punya keterbatasan dalam menjalankan program. Kolaborasi dengan dunia usaha jadi jalan agar manfaatnya lebih luas.
Community Development Supervisor PetroChina International Jabung Ltd, Ahmad Ramadlan, menyatakan perusahaan menanggung seluruh pembiayaan pelatihan, termasuk menghadirkan pelatih dari luar. Pelatihan ini bagian dari program pengembangan masyarakat perusahaan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan prioritas wilayah operasional.
"Kami bekerja sama dengan Dekranasda dan menanggung seluruh pembiayaan pelatihan ini, termasuk menghadirkan pelatih dari luar untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para peserta," jelas Ahmad Ramadlan.
Menurutnya, pelatihan batik kontemporer diharapkan memperkaya pengetahuan perajin yang selama ini lebih banyak mengembangkan motif klasik. Produk batik yang lebih inovatif dan sesuai selera pasar jadi target berikutnya.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi Dra Luthpiah dalam laporannya menyampaikan, pelatihan berlangsung lima hari dengan materi teori dan praktik pengembangan batik kontemporer. Selain pelatihan dari tenaga ahli, peserta memperoleh fasilitas akomodasi, konsumsi, penggantian biaya transportasi dari daerah asal, serta uang harian.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tanjung Jabung Timur Diah Utami Muslimin Tanja bersyukur enam perajin dari daerahnya mendapat kesempatan ikut pelatihan. Dukungan PetroChina yang beroperasi di wilayah Tanjung Jabung Timur dinilai sebagai komitmen nyata bagi pengembangan batik dan pelaku UMKM di daerah.
Hesti berharap kerja sama dengan PetroChina tidak berhenti di pelatihan batik kontemporer. Program pemberdayaan masyarakat lain, termasuk pengembangan kriya dan sektor binaan Dekranasda serta TP PKK Provinsi Jambi, diharapkan menyusul.
Ahmad Ramadlan menambahkan, peluang kerja sama lanjutan akan dibahas sesuai rencana program perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Tujuannya agar pemberdayaan masyarakat berjalan berkelanjutan.